TEKNIK PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA KARET UNGGUL

Karet adalah tanaman perkebunan/industri tahunan berupa pohon batang lurus yang pertama kali ditemukan di Brasil dan mulai dibudidayakan tahun 1601. Di Indonesia, Malaysia dan Singapura tanaman karet dicoba dibudidayakan pada tahun 1876. Tanaman karet pertama di Indonesia ditanam di Kebun Raya Bogor. Indonesia pernah menguasai produksi karet dunia, namun saat ini posisi Indonesia didesak oleh dua negara tetangga Malaysia dan Thailand.
Karena karet merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang sangat penting dan sangat di butuhkan oleh masyarakat. Sebagai salah satu komoditas perkebunan, karet berperan dalam pembangunan nasional karena menghasilkan sumber devisa bagi negara. Selain karet juga dapat meningkatkan pendapatan petani serta membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.
Sayangnya budidaya karet kurang mendampat tempat di hati para petani local, khusunya masyrakat desa Legai, kec. Batu Sopang, Paser, Kalimantan timur mungkin hal itu dikrenakan minimnya pengetahuan cara budidaya tanaman keret, mendapatkan bibit unggul dan juga tujuan pemasaranya.
Untuk itu LPB PDT (Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka) mengadakan Pelatihan Okulasi, Perawatan Kebun Karet dan Entres ditujukan kepada UKM Karet Mitra LPB PDT Khusunya (Kelompok Tani MAsyarakat Mandiri) yang berlokasi di Desa Legai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Pelatihan ini di laksanakan dua hari yaitu Senin-selasa 30-31 Juli 2018 tersebut diikuti oleh 17 orang anggota.
Materi yang diberikan pada hari pertama banyak membahas tentang cara berbudidaya karet, perawatan, mengenal klon-klon penghasil kayu, penghasil getah unggul dan klon ajuran dari balai penghasil benih unggul. Karena benih ini yang akan menentukan kesejahteraan petani 4-5 tahun kedepan, selama ini banyak keluhan dari petani kita yang mana ketika di sadap/turih batang karenya tidak ada getahnya makanya timbul kekecewaaan sudah merawat selama 5 tahun ternyata batang karetnya tidak mengeluarkan getah salah dalam memilih bibit, menanam bibit lokal tergiur harga murah tenyata bibit yang mereka tanam jenis klon penghasil kayu.
Untuk mendapatkan bibit yang unggul dan tidak mengecwakan petani harus mengenal cara okulasi dan entres. Okulasi adalah salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan cara menempelkan sepotong kulit pohon yg bermata tunas dari batang atas pada suatu irisan dari kulit pohon lain dari batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman yang baru. Kebun entres merupakan sumber bibit yang digunakan sebagai perbanyakan dengan cara okulasi pada pembibitan karet yang telah dipersiapkan, klon anjuran yang direkomendasi oleh Balai Penelitian Perkebunan sebaiknya dipilih diantara klon GT.1, AV. 2037, LCB. 479 dan LCB 1320.
Antusiasme dari para peserta sangat terlihat di sini, ditambah lagi dengan pemateri dari Petani Mandiri LPB Banua Prima Persada (LPB Baprida) Bapak Imisrani sudah berpengalaman di bidang budidaya karet dan penakaran bibit unggul karet. Ilmu yang beliau sampaikan sangat mengena langsung kepetani. Setelah pelatihan ini diharapkan dapat memciptakan bibit unggul.

By |2018-08-07T02:32:35+07:007 Agustus 2018|

About the Author: