Pelatihan Basic Mentality Membangun Mentalitas Tangguh bagi UMKM

 

Pelatihan Basic Mentality bagi UMKM sangat penting untuk pengembangan dan keberlanjutan bisnis. Pada 14-15 Februari 2025, PT Pamapersada Nusantara melalui LPB Pama Daya Taka melaksanakan program ini bagi UMKM binaan dari berbagai sektor, sebanyak 19 UMKM, termasuk kuliner, perkebunan, pertanian, dan bengkel roda dua. Tujuan utama pelatihan ini adalah agar UMKM dapat menjalankan bisnis secara adaptif dan percaya diri serta mengembangkan pola pikir yang lebih inovatif. Dengan pelatihan ini, UMKM diharapkan mampu menerapkan mentalitas dasar yang sistematis, efektif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Pelatihan yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Batu Sopang ini dihadiri oleh Camat Batu Sopang, Misrani, S.E.; perwakilan CSR PT Kideco Jaya Agung, Mawar Dwikusumowati; serta perwakilan dari PT Pamapersada Nusantara.

Dalam kesempatan ini, Bayu Handoko, perwakilan dari LPB Pama Daya Taka, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan dapat diterapkan langsung oleh UMKM untuk meningkatkan keberlanjutan usaha mereka. Sementara itu, Mawar Dwikusumowati mengapresiasi pelatihan ini karena sejalan dengan upaya PT Kideco Jaya Agung dalam meningkatkan kapasitas UMKM. Bhanu dari PT Pamapersada Nusantara menegaskan bahwa pelatihan ini akan sangat bermanfaat bagi bisnis peserta serta menekankan pentingnya meningkatkan pendapatan hingga mencapai Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK). Camat Batu Sopang juga mengapresiasi inisiatif ini sebagai dorongan bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Pelatihan ini dipandu oleh Agung Sungkowo yang membawakan materi dengan gaya yang santai namun berbobot. Ia menjelaskan bahwa sikap mental yang baik menjadi dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam menjalankan bisnis. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Astra yang bertujuan membangun budaya kerja unggul untuk mencapai Astra Excellent.

“Perubahan tidak pernah menunggu kita setuju. Kita harus siap untuk berubah, berubah, dan terus berubah,” tegas Agung.

Pada hari pertama, peserta diajak memahami pentingnya fokus pada pelanggan, di mana kualitas produk menjadi nilai tambah yang harus selalu dijaga. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan adalah permainan membuat perahu kertas setinggi 3 cm untuk mengajarkan UMKM pentingnya memenuhi permintaan pelanggan.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep Plan-Do-Check-Action (PDCA), yang membantu dalam mengelola dan mengendalikan proses produksi dari awal hingga akhir. Manajemen berbasis fakta dan data juga menjadi fokus utama dalam sesi ini, di mana peserta diajarkan prinsip prioritas, penyusunan sasaran menggunakan metode SMART, serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP). Sesi ini ditutup dengan permainan menyambung kertas yang menunjukkan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data untuk menghadapi masa depan.

Hari kedua pelatihan berfokus pada kerja sama dan keunggulan. UMKM didorong untuk tidak menyalahkan pihak lain, melainkan mencari solusi bersama dalam tim. Selain itu, peserta juga diajak untuk berani mencoba hal baru, mengelola risiko dengan bijak, serta belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan.

Pelatihan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga diperkaya dengan praktik dan permainan interaktif. Salah satu tantangan menarik dalam pelatihan ini adalah merancang sedotan yang di dalamnya terdapat telur, yang mengajarkan pentingnya inovasi dan keunggulan produk dalam persaingan pasar.

Selama dua hari penuh, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti setiap sesi secara aktif. Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan voucher belanja bagi peserta terbaik. Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah para UMKM yang tidak hanya memperoleh ilmu baru, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk terus berkembang dan berdaya saing.

Pelatihan “Basic Mentality” ini menjadi bukti nyata bahwa penguatan mentalitas dasar dalam berbisnis merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan UMKM. Dengan pola pikir yang lebih sistematis, efektif, dan inovatif, para pelaku UMKM diharapkan mampu bersaing dan berkembang di tengah tantangan dunia usaha yang terus berubah.

 

 

About the Author: