Sayuran sebagai bahan pangan yang cukup penting bagi kebutuhan manusia dan juga salah satu unsur dari 4 Sehat 5 Sempurna yang tidak bisa lepas dari pemenuhan gizi sehari-hari dan dikonsumsi secara global. Sejumlah sayuran dapat dikomsumsi mentah tanpa di masak sebelumnya, sementara yang lainnya harus diolah terlebih dahulu dengan cara di rebus, dikukus atau di uapkan di goreng , atau di sangrai sayuran berbentuk daun yang dimakan mentah di sebut sebagai lalapan. Sebagai masyarakat di Negara Agraris kita Masyarakat Indonesi menyimpan keinginan atau hasrat untuk bercocok tanam. Namun, belum semua dari kita dapat mengetahui metode atau cara-cara bercocok tanam dengan tepat.
Begitu banyak daerah dengan potensi yang berbeda-beda dengan karakter nya masing-masing untuk pengembangan bercocok tanam sayuran. Contoh nya di satu Desa yang masih lingkupan Kab. Paser yaitu Desa Rantau Bintungan Kec. Muara Samu yang masih dalam ring satu PAMA dengan akses yang belum cukup layak untuk dilewati ketika hujan jalanan berlumpur sehingga tidak bisa dilewati dengan kendaraan apa pun dan banyak nya tanjakan jalan yang terjal dengan kondisi jalan belum beraspal dan masih berupa batu padas. Desa tersebut menjadi pilihan kami Tim LPB PDT untuk Pendampingan Tanaman Sayuran karena tanah yang subur, lahan perkarangan rumah di desa tersebut pun masih terlihat kosong.
Maka perlu ada nya program untuk kesadaran menanam sayuran atau percontohan penanaman polybag serta memanfaatkan sampah-sampah organik untuk bahan penanaman sayuran di desa tesebut. Kami pun sudah mengajak masyarakat untuk menanam dengan polybag didampingi langsung dengan Pak Samsulianto Petani Mitra LPB PDT & Siswa-siswa dari SMK N 2 Tanah Grogot. Antusias warga pun semangat untuk menanam di sekitaran perkarangan rumah dan di belakang rumah. Pendampingan pertama di hari Sabtu Tanggal 07 April 2018 dengan jumlah peserta 22 orang, selanjutnya kami selalu melaksanakan pedampingan di akhir pekan.
Ketika pertemuan ketiga kali nya kami di Desa Rantau Bintungan tersebut tanaman yang mereka tanam sebagian sudah ada yang tumbuh dan bahkan ada salah satu pekarangan rumah Ibu Mokrimah yang sangat banyak ditanami dengan media polybag dan memanfaatkan kaleng susu atau sampah organic untuk dijadikan media tanam. Sayuran yang ditanam pun tumbuh dengan subur seperti sawi yang sudah hampir panen. Hampir disamping perkarangan rumah dan di depan rumah Ibu Mokrimah menanam sayur dengan bantuan suami nya, bahkan ada sayuran yang bibit nya tidak dari kami, contohnya menanam sayur Gambas.
Melihat semangat mereka dalam menanam sayuran kami pun optimis bahwa potensi yang ada di masyarakat Rantau Bintungan dan ditambah dengan pengetahuan tentang bercocok tanam secara tepat akan membawa kemajuan nyata. Dengan ada nya pengembangan tanaman polybag maka masyarakat Rantau Bintungan dapat lebih menghemat secara ongkos transportasi karena sumber atau bahan baku telah diperoleh secara mandiri. Sehingga meningkat kan pula nilai ekonomi masyarakat dan bisa menjadikan Desa Rantau Bintungan tersebut menjadi Desa wisata sayuran atau Desa percontohan tanaman polybag.
