PENDAMPINGAN TANAMAN POLIBAG

Berkebun adalah sebuah kegiatan yang tentunya menyenangkan. Tidak hanya menyenangkan tetapi berkebun juga akan lebih bermanfaat dibanding mengisi waktu senggang dengan tidak melakukan apa-apa atau hanya sekadar ngerumpi bersama tetangga. Manfaat lainnya adalah tersedianya sayuran segar setiap harinya, jauh dari lebih segar dibandingkan dengan sayuran yang dijual di pasar.

Apa jadinya kesegaran dan  keindahan tanaman perkarangan anda menjadi layu, rusak bahkan mati karena serangan Hama Kutu Kebul. Pasti kita akan sangat kecewa jengkel bahkan emosi dan tak tau harus berbuat apa, Mengatasi hal tersebut yang tadinya tanaman pekarangan kita indah, segar, bagus menyejukan hati. Hal ini juga dirasakan oleh Masyarakat Muara Samu Khusunya Desa Muser,  RT.04  kec. Muara Samu, Paser, Kalimatan Timur.

Dengan  adanya laporan serangan hama tanaman (kutu Kebul) dari Masyrakat Muara samu dan juga UKM mitra LPB Pama Daya Taka. Seklasa, 26 September 2017 kami melakukan pendampingan tanaman polybag yang bertindak sebagai tenaga Ahli kali ini adalah Pak Samsulianto Ketua Kelompok tani Anom Hortikultura desa Sungai Terik, Petani Mandiri Mitra LPB PDT ada pun prestasi yang sudah di raih tahun 2015 Petani terbaik sekabupaten Paser, tahun 2015 Petani terbaik Seprovinsi Kalimantan Timur dan tahun 2016 Petani Mandiri Terbaik YDBA.

Narasumber memaparkan tentang pengedalian dengan metode kmiawi/meggunakan pestisida. Pengendalian kimiawi, dalam hal cara lain tidak dapat menekan populasi hama, dapat digunakan insektisida yang efektif, terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian, antara lain Applaud 10 WP (buprofesin 10%), Confidor 5 WP (imidakloprid 5%), Mitac 200 EC (amitraz 200 g/l), dan Orthene 75 SP (asefat 75%). Penyemprotan diusahakan mengenai daun bagian bawah. Perlu dihindari penggunaan pestisida secara berlebihan, karena dapat mendorong meningkatnya populasi kutu kebul.

 Selain iu juga dijelaskan pengendalian hayati, pemanfaatan musuh alami antara lain kumbang predator Menochilus sexmaculatus (Coccinelidae), mampu memangsa 200 – 400 ekor nimfa kutu kebul. Siklus hidup predator 18 – 24 hari, dan satu ekor betina mampu menghasilkan telur 3000 butir.  Untuk meningkatkan musuh alami di lapangan diperlukan pelepasan parasitoid dan predator secara berkala.

Para peserta yang mayoritas ibu-ibu sangat antuasias dalam kgiatan pendampingan tanaman polybag ini. Karena mereka bisa menambah pemahaman mereka terkait pnanganan hama pada tanaman polybag mereka. Dan seperti yang disampaikan ibu ketua Rt 04 desa muser “ Mereka berharap kegiatan seperti ini terus dijalankan minimal satu bulan satu kali di Rt 04 agar tanaman mereka selalu terawasi” ujar ibu Asmawati. (RAZ)

 

 

 

By |2017-09-26T08:00:47+07:0026 September 2017|

About the Author: