PERASAAN DAN HATI VS AKAL DAN LOGIKA

Alamku sudah diekploitasi, yang dahulu sungai jernih sekarang sudah berwarna coklat kayak susu. Iya susu yang tidak bisa diminum tapi (hehe). Hutan yang dulu menyediakan bermacam makanann untuk bumi dan manusia sekarang sudah gersang. Mobil sebesar rumah berjalan beriringan di wilayah yang telah ditambang dan diambil emas hitam tersebut. Itulah protret wilayahnyaku namanya kecamatan Muara Samu.

Itulah seklumit gambaran wilayah binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka. Lembaga yang terletak di kec. Batu Sopang kab. Paser prov. Kalimantan timur. Sebuah hal yang miris memang melihat kondisi masyarakat Muara Samu. Jika kita di Jawa mendengar daerahnya banyak perusahaan tambang pasti kita langsung berfikir masyarakat pasti makmur dan sejahtera.

Tapi ini tidak, wilayah yang jika SDM LPB menjangkaunya kurang lebih perjalanan menggunakan motor satu jam. Dan jika musim hujan jalan tanah liat dan bebatuan akan berubah menjadi kubangan lumpur yang jika tidak sehebat Stefan Evert legenda motocross dari Belgia kita tidak bisa melewatinya (hehe.) Tidak hanya itu tantangan dari team LPB adalah berkaitan pola berfikir masyarakat muara samu yang masih menuntut berupa materi menjadi tantangan terbesar team LPB PDT.

Pernah suatu kejadian SDM LPB menghampiri salah satu warga disana tapi ternyata kita malah dapat amarah. Selain peristiwa tersebut ada lagi saat kita perjalanan dari Muser Muara samu, ingin pulang ke kantor LPB, Tapi kita dihadang oleh segerombolan pemuda dan bapak-bapak dan di bawa masuk ke kantor desa (“perasaan kita sudah campur aduk, keingat keluarga dirumah” hehe). Tapi alhamduliah mereka hanya menuntut untuk dipekerjakan di tambang.

Hal itulah yang membuat kita memutar otak, harus dari mana kita mulai pembinaan di Muara Samu ini ?. Tapi Alhamdulillah setelah berfikir panjang kita mendapat ide untuk mencoba memulai dari Ibu-Ibu kelompok Dasawisma serta PKK. Kita berikan program yang juga sejalan dengan program pemerintah. Yaitu mereka kita ajak untuk budidaya tanaman sayuran dipekarangan menggunakan media tanah, polybag dan botol bekas.

Eiits.. dibalik alasan kenapa kita memulai dari ibu-ibu karena kita berfikir bahwa wanita selalu mengedepankan perasaan dan hati, sehingga kita lebih mudah pendekatan. Sedangkan Pria selalu mengedepankan akal dan logika, sehingga jika tidak sesuai dengan logika dia maka dia tidak akan menerima. Maka alangkah baiknya jika kita bisa membuat perasaan ibu-ibu bahagia dan bisa mempengaruhi suami atau keluarga mereka untuk juga berfikir dengan rasa, hati dan logika sehingga mengubah pola pikir mereka ( Ibarat pepatah Sekali merengkuh dayung, satu,dua pulau terlewati” ah…Lebay,hehe)

Dari program diatas kita mendapat apresiasi dari pihak Desa dan Kecamatan. Oleh karena itu program tanaman polybag terus kita kembangkan. Selain itu kita mulai tingkatkan instensitas program untuk Muara Samu. Dan ditanggal 18-19 Oktober 2017 LPB mengadakan pelatihan Mentalitas Dasar dan Kewirausahaan untuk masyarakat Muara Samu dan dilanjutkan percontohan budidaya ikan air tawar. Semoga ini adalah tolak balik dari kondisi masyarakat yang masih tertinggal, untuk memulai lembaran baru untuk maju dan sejahtera.(ZRK)

By |2017-10-31T04:12:11+07:0031 Oktober 2017|

About the Author: