GEBYAR WIRAUSAHA “SOSIALISASI SNI DAN SERTIFIKASI HALAL”

Di tahun 2017 lembaga pengembangan bisnis Pama Daya Taka (LPB-PDT) membuat acara yang dinamakan Gebyar Wirausaha. Gebyar wirausaha adalah sebuah kegiatan yang meliputi sosialisasi, pelatihan maupun coaching klinik serta pendampingan untuk usaha kecil menengah (UKM) makanan mitra LPB Pama Daya Taka. Semua kegiatan tersebut tujuanya untuk meningkatkan kualitas & kuantitas produksi UKM makanan sehingga UKM mitra LPB Pama Daya Taka bisa naik kelas.

Kegiatan yang pertama gebyar wirausaha LPB Pama Daya Taka di awal tahun 2017 ini adalah Sosialisasi SNI dan Sertifikasi Halal, yang dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2017 di aula kecamatan Batu Sopang. Kegiatan sosialisasi ini ternyata mendapat renpons yang sangat positif dari para mitra UKM LPB Pama Daya Taka. Ini dibuktikan dari jumlah peserta yang berjumlah 25 orang.

Kegiatan ini dihadiri oleh manajemen PT.Pamapersada Nusantara Distrik Kideco dan camat Batu Sopang. Keduanya mengapresiasi kegiatan yang telah dijalankan LPB Pama Daya Taka. Camat batu sopang H.Firhansyah, S.Sos, MM malahan menilai PT.Pamapersada Nusantara melalui LPB-PDT sangat baik dalam program program peningkatan ekonomi (IGA). Dan menugaskan kepala desa yang juga turut hadir untuk bisa disokong dalam bentuk program-program dari desa agar tercipta sinergisitas dari perusahaan dan pemerintah.

Sejatinya bagi LPB ini adalah sebuah tahapan kegiatan yang  berkesinambungan, karena pada tahun 2015 LPB Pama Daya Taka telah melaksanakan seminar Good Manufacturing Practice (GMP). GMP adalah sebuah pelatihan sebagai pra syarat untuk mendapatkan no produksi ijin rumah tangga (PIRT). Setelah UKM mitra LPB mempunyai ijin PIRT maka LPB Pama Daya Taka ingin menaikan kelas UKM mitra LPB dengan standar yang lebih tinggi yaitu SNI dan sertifikasi halal. Maka LPB mengadakan sosialisasi tersebut sebagai tahapan proses SNI dan Sertifikat halal.

Dengan mengacu standar nasional Indonesia dan sertifikasi halal maka, proses standarisasi mutu makanan yang baik dan sehat itu akan tercapai. Hal itu yang juga selalu di tekankan oleh pemateri dari dinas Perindustrian kab Paser Jon Jauhari, SE, M.Pharm.

Sedangkan proses tahapan untuk mendapatkan standar nasional Indonesia (SNI) dan cara mendapatkanya itu disajikan secara rinci dan gamblang oleh Alfrienti Kalalembang, SKM, M.Kes dari dinas Kesehatan Lingkungan.

Di ahir kata, “Kegiatan sosialisasi ini membuka polapikir dan cara kerja UKM mitra LPB yang tidak hanya fokus memproduksi makanan tapi juga menjaga standart kualitas serta mutu makanan”. Ujar Selly Maria pemilik toko roti Merry Snack mitra LPB-PDT. Tentunya ini menjadi penyemangat team LPB-PDT untuk lebih giat dan aktif mengembangkan UKM di wilayah ring satu PT.Pamapersada Nusantara Distrik Kideco. Semangat Pagi…..! (ZRK).

 

By |2017-02-23T05:23:48+07:0023 Februari 2017|

About the Author: