Coaching Clinic Ikan lele

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budidaya ikan, Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka (LPB PDT) menyelenggarakan kegiatan kelas praktek (Coaching Clinic) budidaya ikan lele bekerja sama dengan Dinas Perikanan, BP3K dan BKPP. Tempat pertemuan dalam kegiatan ini adalah rumah ketua kelompok tani Masyarakat Mandiri.

Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 23 Agustus 2016. Sebanyak 15 0rang yang tergabung dalam kelompok Wanita Tani (KWT) Masyarakat Mandiri merupakan peserta dari acara coaching clinic tersebut, kegiatan diselenggarakan di desa Legai ini dihadiri oleh Cindy Kusuma Wardhani (Koordinator LPB PDT), Pak Suwarju (ketua BP3K), Pak Rakhman (penyuluh perikanan BKPP), Pak Akhmad Huzairin (penyuluh perikanan BKPP), Pak Dzulkifli (perwakilan manajemen CSR PAMA). Tepat pukul 09.00 WITA dan selesai pada pukul 14.30 WITA.

Adanya beberapa keluhan mengenai kendala dalam proses budidaya, menjadi landasan LPB PDT mengadakan kelas praktek ini. Dengan mendatangkan ahli perikanan dari BKPP, diharapkan dapat membantu segala keresahan dan kesulitan yang dihadapi petani ikan selama ini.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Cindy Kusuma Wardhani (Koordinator LPB PDT), yang menjelaskan tentang bagaimana kegiatan tersebut akan berlangsung hingga harapan yang diinginkan pun di sampaikan dalam sambutannya.

Lalu sambutan disambung oleh Dzulkifli (Perwakilan CSR PAMA), menyampaikan memngenai suport yang diberikan PT.PAMAPERSADA NUSANTARA melalui LPB PDT dengan harapan petani ikan dapat menjadi pengusaha yang mandiri.

Kemudian dilanjutkan oleh Suwarju (ketua BP3K), memaparkan tentang rasa bangga terhadap KWT “Masyarakat Mandiri”dalam berjuang membantu perekonomian suami melalui usaha kelompok ini.

Sambutan selanjutnya datang dari Rakhman, yang memperkenalkan pemateri dalam kegiatan ini. Selanjutnya Akhmad Huzairin (Penyuluh Perikrapan petani ikan anan BKPP), menyampaikan materi apa saja yang akan dipresentasikan selama kegiatan berlangsung. Mulai pemberian materi di lapangan (kolam ikan), sesi tanya jawab mengenai materi dan kesulitan yang dihadapi hingga presentasi melalui video untuk memperjelas materi yang telah diberikan.

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi langsung di lapangan. Pemateri menjelaskan beberapa materi dimulai dari persiapan kolam yang akan digunakan dalam budidaya ikan lele. Jika petani menggunakan kolam terpal, pertama – tama terpal harus dicuci bersih, kemudian diisi air yang didiamkan selama ± hari. Setelah itu air dalam terpal dibuang yang kemudian diisi kembali lalu diberi cairan EM4 untuk menghilangkan bau.

Setelah persiapan kolam siap, bibit ikan siap untuk dimasukkan dalam kolam. Dalam penebaran bibit ikan, dalam satu kolam bibit ikan harus seragam (berukuran sama), ini karena sifat ikan lele yang kanibal. Agar ikan yang lebih besar tidak memakan ikan yang kecil saat penebaran ikan dalam kolam tidak seragam. Selain itu, yang harus diperhatikan adalah sumber bibit. Sumber bibit harus jelas, agar petani mendapatkan hasil panen yang baik dan sesuai dengan keinginan pasar.

Selanjutnya adalah pemberian pakan. Pemberian pakan yang baik adalah pukul 08.00 pada pagi hari, pukul 13.00 pada siang hari, pukul 17.00 pada sore hari, dan pukul 21.00 pada malam hari. Pemberian pakan pada malam hari baiknya lebih banyak karena pemberian pakan selanjutnya adalah pagi hari.

Pergantian air kolam setidaknya dua sampai tiga minggu sekali dan air yang akan diganti disisakan 20% air di dalam kolam. Pergantian air yang rutin dilakukan adalah agar ikan tidak bosan karena air yang kotor dan bau, dan agar ikan tidak mudah mati. Kemudian air diberi campuran cairan EM4 untuk menghilangkan bau.

Saat waktu panen tiba adalah ukuran yang sesuai dengan keinginan pasar. Biasanya jumlah dipasaran adalah 8 – 12 ekor per kilogram. Sebelum dipanen ikan disortir kembali sesuai ukurannya. Setelah itu sebelum dipasarkan ikan tidak diberi pakan agar ikan tidak mengeluarkan kotoran saat proses pemanenan.

Ditengah – tengah presentasi, pemateri juga memeriksa pH air sumur yang digunakan petani untuk mengisi air kolam. Setelah itu sesi tanya jawab dimulai, untuk memberi kesempatan pada peserta untuk bertanya apa saja yang menjadi kendala selama ini dalam budidaya ikan.

Setelah presentasi dilapangan selesai dan sesi tanya jawab usai, selanjutnya adalah presentasi dalam ruangan untuk memperlihatkan video budidaya ikan lele agar peserta dapat lebih memahami materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. (CKW)

sam_2847-resize

Salah satu peserta sedang menyimak materi yang sedang diberikan

By |2016-08-23T00:54:46+07:0023 Agustus 2016|

About the Author: