Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Nursery dan Pemahaman Bibit Unggul pada hari Sabtu 25 Januari 2025 di aula Desa Sungai Terik. Pelatihan ini diikuti sebanyak 14 UMKM yang bergerak pada sektor perkebunan kelapa sawit. Instruktur pada kegiatan pelatihan ini adalah Bapak Hotma Tarigan dari lembaga Solidaridad yang memiliki segudang pengalaman dalam dunia kelapa sawit.
Kegiatan pelatihan ini diawali dengan kata sambutan dari koordinator LPB Pama Daya Taka yakni Bapak Rusdi Asri. Bapak Rusdi menyampaikan bahwa salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh UMKM sektor perkebunan kelapa sawit adalah bibit yang digunakan. Lebih lanjut Bapak Rusdi menyampaikan bahwa budidaya kelapa sawit merupakan investasi jangka panjang selama kurun waktu 25-30 tahun sehingga bibit menjadi penentu keberhasilan investasi tersebut.
Selama ini masih banyak UMKM yang menggunakan bibit yang tidak jelas asal-usulnya sehingga terdapat beberapa temuan produksi kelapa sawit cenderung tidak maksimal. Hal yang mengenaskan adalah jika bibit yang tidak sesuai standar tersebut sudah ditanam dan tumbuh besar maka selamanya UMKM harus merawat tanaman tersebut dengan hasil yang rendah, atau UMKM dapat memilih untuk menebang tanamannya yang tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bapak Rusdi menegaskan bahwa pentingnya untuk selektif dan menggunakan bibit kelapa sawit yang unggul dan bersertifikat sehingga investasi di sektor perkebunan kelapa sawit mendatangkan keuntungan yang baik. Proses pembibitan atau nursery juga harus diperhatikan karena bibit yang unggul namun tidak dirawat dengan baik akan berdampak kepada pertumbuhan bibit yang tidak sesuai dengan standar.
Bapak Hotma selaku instruktur mengawali materi pelatihan tentang jenis varietas kelapa sawit yakni tenera yang merupakan persilangan dari dura dan pesifera. Varietas tenera memiliki memiliki ketebalan CPO dan cangkang yang sama sehingga memberikan keuntungan yang sama antara pabrik kelapa sawit dan UMKM. Bibit kelapa sawit varietas tenera ini dapat diperoleh dari berbagai penangkaran yang resmi diakui oleh pemerintah, salah satunya adalah PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit) yang mengeluarkan bibit kelapa sawit unggul dan bersertifikat. Keuntungan membeli bibit kelapa sawit dari PPKS adalah memperoleh harga yang lebih murah karena disubsidi oleh pemerintah bagi masyarakat pelaku usaha budidaya kelapa sawit.
Bapak Hotma melanjutkan materi tentang media pembibitan kelapa sawit sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya bibit. Media harus dirancang dengan ideal sehingga pertumbuhan bibit kelapa sawit menjadi lebih maksimal. Media tanam yang ideal adalah terdiri dari tanah dan pupuk kompos. Media tanam harus sehat dan steril, berikan dolomit untuk menetralkan pH serta bakteri baik agar media tanam memiliki banyak kandungan mikroorganisme.
Bapak Hotma lebih lanjut menjelaskan proses perawatan bibit juga menjadi aspek yang penting untuk diperhatikan. Lakukan penyiraman setiap hari atau menyesuaikan dengan kondisi cuaca, pastikan kondisi media tanam tidak kering. Berikan jarak yang cukup antar polybag agar bibit memperoleh sinar matahari yang cukup. Kandungan pupuk yang dibutuhkan selama proses pembibitan adalah unsur P dan N dan diberikan sebanyak 2 kali dalam seminggu. Setiap 2 minggu polybag diputar agar akar bibit tidak menembus polybag dan masuk ke dalam tanah, sehingga akar bibit akan berkumpul dalam polybag.
Salah satu peserta pelatihan yakni Bapak Karim menyampaikan bahwa dari pelatihan ini dirinya menjadi paham mengenai pentingnya menggunakan bibit unggul dan bersertifikat dalam budidaya kelapa sawit. Dirinya juga mengetahui prosedur pembelian bibit bersertifikat kepada PPKS. Bapak Karim juga lebih paham cara pembibitan yang sesuai dengan standar, sehingga bibit unggul yang ditanam akan tumbuh dan berkembang dengan baik ketika dipindahtanamkan ke lapangan.
Melalui pelatihan ini diharapkan tumbuhnya kesadaran bagi UMKM akan pentingnya menggunakan bibit unggul dan besertifikat agar budidaya kelapa sawit yang dilakukan dalam kurun waktu yang lama ini memberikan hasil yang positif dan tentu memberikan keuntungan yang besar bagi UMKM.
