Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM pertanian dan kuliner di Indonesia masih sangat kompleks. Terbatasnya kolaborasi antara UMKM manufaktur dengan sektor pertanian dan kuliner dalam penyediaan alat serta mesin menjadi salah satu kendala utama. Selain itu, rendahnya produktivitas akibat belum optimalnya mekanisasi di tahap budidaya dan pascapanen semakin memperburuk situasi. Minimnya kapabilitas bisnis (business sense) juga menghambat pengelolaan usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Yayasan Dharma Bhakti Astra menyelenggarakan Agri-food Supply Chain Collaboration Hub. Ajang ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara UMKM manufaktur, pertanian, dan kuliner dalam pengadaan teknologi mekanisasi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kapabilitas bisnis pelaku UMKM melalui pembekalan dan pendampingan.
LPB Pama Daya Taka turut berkontribusi dengan mengirimkan delegasi Duta Tani Hortikultura; sebagai perwakilan UMKM sektor pertanian. Proposal bisnis yang mereka ajukan bertajuk “Meningkatkan Produksi Kompos melalui Mesin Chopper dalam Pengelolaan Limbah Pertanian untuk Mewujudkan Pertanian Ramah Lingkungan.” Inovasi ini menawarkan solusi efisien untuk mengolah limbah pertanian menjadi kompos berkualitas tinggi sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.
Enam semifinalis, termasuk Duta Tani Hortikultura yang diwakili oleh Bapak Dafid Toni Azhari, mengikuti sesi coaching pada 8 November 2024. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan, review, dan umpan balik terkait proposal bisnis yang telah dibuat. Materi pembekalan mencakup analisis bisnis dengan pendekatan 4M 1E (Man, Machine, Method, Material, Environment) dan proyeksi QCD (Quality, Cost, Delivery). Selain itu, peserta diminta untuk menyusun perencanaan finansial jangka panjang, yakni untuk 3 hingga 5 tahun ke depan, guna mendukung keberlanjutan usaha mereka.
Puncak acara berlangsung pada 14 Januari 2025, di mana para semifinalis mempresentasikan proposal bisnis mereka melalui platform Zoom. Penilaian dilakukan oleh dewan juri, yaitu Pak Danil, Dept. Head MSD Mentorship & Supporting Development, dan Pak Edison, Dept. Head Strategic Planning & Sustainability. Kreativitas ide, dampak terhadap keberlanjutan, serta potensi implementasi menjadi poin utama dalam evaluasi. Setelah melalui proses penilaian, tiga finalis terbaik akan ditetapkan dan diberikan fasilitasi berupa mesin sesuai dengan rencana yang telah diajukan oleh masing-masing peserta.
Ajang ini memberikan manfaat besar bagi UMKM, terutama dalam mendorong inovasi dan mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas. Kolaborasi lintas sektor yang diusung juga menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperkuat daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Dengan adanya program seperti ini, UMKM Indonesia diharapkan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional secara berkelanjutan.
