Sektor Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor yang diunggulkan diwilayah Kabupaten Paser Kalimantan Timur, area budidaya yang semakin luas dan terus mengalami perkembangan disetiap tahunnya. Ditambah dengan harga TBS (Tandan Buah Segar) yang terus mengalami kenaikan tentu menjadi daya Tarik tersendiri bagi masyarkat untuk terus memperluas area budidaynya serta meningkatkan produktivitas tanaman yang sudah menghasilkan.
Menghasilkan TBS yang berkualitas serta tercapainya produktivitas merupakan Impian setiap pelaku usaha di sektor Perkebunan kelapa sawit, lantas apakah semua itu sudah tercapai?, tentu saja belum semua memerlukan rangkaian proses yang sangat komperhensip untuk mewujudkannya. Saat ini masih banyak hasil Perkebunan Masyarakat yang produktivitasnya masih rendah dan belum sesuai standar, tentunya banyak faktor dan tantangan yang dihadapi oleh petani, mulai dari kompetensi hingga teknis budidaya yang saat ini dijalankan dalam melakukan perawatan kebun kelapa sawit.
Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka melihat kondisi itu dan berupaya untuk terus mendorong peningkatan kompetensi petani di sektor Perkebunan kelapa sawit. Kami melihat faktor dasar dalam budidaya salah satunya adalah tentang pemilihan bibit unggul. Masih banyak petani yang belum memahami jenis-jenis bibit kelapa sawit, tak sedikit juga petani yang tergiur dengan bibit yang relative murah yang belum diketahui asal usul dan jenis bibit yang diperjualbelikan. Kondisi ini berpengaruh sangat besar dan dampak yang berkepanjangan, bagaimana tidak Ketika petani salah dalam memilih dan menentukan jenis bibit yang akan ditaham akan berdampak selama 30 tahun mendatang.
Pada tanggal 6 Januari 2025 Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka hadir untuk menjawab satu persatu tantangan yang dihadapi UMKM Mitra Binaan, salah satunya tentang pemahaman bibit unggul dan Nursery sebagai Langkah awal yang menentukan keberhasilan budidaya Perkebunan kela sawit. Jumansyah salah satu UMKM mitra binaan yang berada di Desa Sungai Terik merupakan petani yang kita dampingi saat ini. Hotma Tarigan yang merupakan ahli disektor Perkebunan kelapa sawit yang kali ini menjadi instruktur Pendampingan banyak memberikan penjelasan dan pemaparan secara detail tentang bibit unggul serta cara mengetetahui keasliannya.
Dalam paparanya Hotma Tarigan menjelaskan ada beberapa jenis bibit unggul yang di keluarkan oleh PPKS ( Pusat Penelitian Kelapa Sawit) yaitu : Dy x P Sungai Pancur 1 (DUMPY), DxP PPKS 540, DxP Simalungun, DxP Avros, DxP 540 NG, DxP PPKS 239, DxP PPKS 718, DxP Yangambi, DxP Langkat, dan setiap varietas tersebut memiliki karakter dan kelebihan masing-masing, baik dari Rerata jumlah tandan yang dihasilkan, berat tandan, potensi produksi hingga adaptasinya terhadap suatu daerah. Hotma Tarigan menjelaskan agar petani lebih jeli dalam memilih KKS (Kecambah kelapa Sawit) maupun bibit yang siap tanam, petani harus mampu menganalisa berbagai faktor salah satunya Lokasi atau tempat yang akan ditanami kelapa sawit.
Bibit merupakan faktor penting dan kunci sukses awal dalam melakukan budidaya kelapa sawit. Adanya anggapan petani “ brondolan aja di tanam hidup dan sama saja kok” tentu salah besar, bagaimana tidak budiaya kelapa sawit dengan waktu yang sangat Panjang hingga 30 tahun dan kita sudah melakukan Langkah yang tidak tepat di tahap awal dan itulah yang menjadi salah satu faktor kegagalan yang dihadapi petani saat ini.
Tidak mau terjebak dalam kondisi spekulasi yang berpotesi memberikan dampak kerugian yang besar dan berkepanjangan Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka bersama Hotma Tarigan memberikan pemahaman kepada petani untuk memilih bibit yang unggul gunu tercapainya target budidaya yang diajalankan petani. Saran dan masukan itu disambut baik oleh pa Jumansyah dengan melakukan pembelian KKS dengan Varietas DxP PPKS 540 dan DxP 540 NG merupakan varietas yang tahan terhadap serangan Ganoderma.
Selain memastikan varietas bibit yang digunakan Hotma Tarigan juga memaparkan tentang Nursery/Persemaian yang tepat, ia memaparkan tentang standarisasi media tanah yang digunakan, ukuran polybag serta perlakuan yang harus dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Semua rangkaian ini sebagai wujud untuk memaksimalkan setiap proses yang akan dilakukan oleh petani sehingga memberikan hasil yang maksimal dan maanfaat secara berkelanjutan.
Jumansyah menyampaikan Pendampingan kali ini sangat bermanfaat bagi dia selain memahami pentingnya pemilihat bibit atau benih ia juga merasa mendapat pengetahuan yang lebih di sektor Perkebunan kelapa sawit. Jumansyah berharap kepada PT Pamapersada Nusantara melalui Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka untuk terus dapat mendampinginya dan Masyarakat sekitar agar petani-petani lebih faham dan mengerti tentang Perkebunan kelapa sawit yang dikembangkan saat ini.
Nantikan program-program LPB Pama Daya Taka selanjutnya yang akan membahas tentang bagaimana dalam menjalankan bisnis disektor Perkebunan kelapa sawit yang tepat, semua aspek-aspek keberhasilan Perkebunan serta strategi menjawab tantangan akan di bahas tuntas dalam sesi dan pertemuan mendatang. Terima kasih
