Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka telah melaksanakan Pelatihan Pembuatan Trichoderma pada sektor perkebunan karet pada hari Selasa 26 November 2024 di Desa Legai. Pelatihan ini diikuti sebanyak 10 UMKM binaan yang bergerak di sektor Perkebunan karet. Bapak Jadi dari Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Batu Sopang yang memiliki segudang pengalaman pada sektor Perkebunan karet menjadi instruktur dalam pelatihan ini.
Latar belakang pelatihan ini dilaksanakan karena salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman karet adalah adanya serangan penyakit. Salah satu serangan penyakit yang menjadi momok bagi petani kebun karet adalah jamu akar putih yang jika tidak segera dikendalikan akan berdampak kepada tanaman karet yang tidak produktif, bahkan menyebabkan kematian pada tanaman. Trichoderma merupakan agen hayati yang dapat mengurangi infeksi penyakit jamur akar putih dan dapat meningkatkan produksi karet sampai dengan 25%.
Bapak Yoga dalam pembukaannya menyampaikan bahwa salah satu pilar pembinaan dari LPB Pama Daya Taka adalah pilar pelatihan, dan pelatihan pembuatan Trichoderma ini merupakan perwujudan dari pilar tersebut. Lebih lanjut Bapak Yoga menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk diikuti dan dipahami karena pengendalian penyakit dengan menggunakan agen hayati Trichoderma dapat meningkatkan produksi getah pada tanaman karet. Selain itu penggunaan Trichoderma juga dapat menjaga keberlanjutan dan kandungan mikroorganisme pada tanah. Secara langsung maupun tidak langsung penggunaan Trichoderma juga berdampak kepada efisiensi biaya yang dikeluarkan dalam budidaya tanaman karet. Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka oleh bapak Haris Septiawan dari BPP Batu Sopang, beliau juga menyampaikan harapannya bahwa pelatihan ini dapat diikuti dengan baik oleh peserta karena ilmu pengetahuan tentang Trichoderma ini sangat krusial untuk dipahami dan diterapkan oleh petani.
Bapak jadi selaku instruktur menyampaikan bahwa Trichoderma adalah genus jamur yang termasuk dalam kelompok mikoriza yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan patogen tanaman secara hayati. Jamur ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan tanaman dengan cara mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh patogen tanah, seperti jamur penyebab busuk akar, serta membantu memperbaiki kualitas tanah. Lebih lanjut bapak Jadi menyampaikan bahwa Trichoderma memiliki beberapa manfaat dalam sektor perkebunan karet yaitu dapat mengendalikan penyakit seperti busuk akar, penyakit jamur tanah, dan jamur patogen lainnya yang menyerang tanaman karet. Trichoderma dapat merangsang pertumbuhan akar, meningkatkan penyerapan air dan unsur hara, serta meningkatkan kekebalan tanaman terhadap stres lingkungan. Trichoderma juga dapat membantu dalam dekomposisi bahan organik dan meningkatkan kesuburan tanah.
Pembuatan Trichoderma secara umum terdiri dari beberapa tahapan yaitu pemilihan sumber inokulum yang dapat diperoleh dari isolasi jamur Trichoderma dari tanah atau bahan organik yang terinfeksi. Tahap kedua yaitu jamur Trichoderma dikulturkan dalam media yang sesuai seperti agar atau media cair dengan kondisi yang optimal (suhu, kelembaban, pH) untuk pertumbuhan jamur. Kemudian proses fermentasi dilakukan pada media yang kaya nutrisi, seperti dedak padi atau tepung jagung, untuk memperbanyak spora Trichoderma. Fermentasi ini biasanya dilakukan dalam wadah yang tertutup pada suhu 25-30°C selama beberapa hari. Setelah fermentasi selesai, spora Trichoderma dipisahkan dari media dan dikeringkan menggunakan teknik pengeringan suhu rendah agar kualitas spora tetap terjaga. Trichoderma dapat diaplikasikan ke tanaman karet dengan cara menyemprotkan spora Trichoderma yang sudah dilarutkan dalam air ke permukaan tanah atau bagian akar tanaman. Hal ini dapat membantu mencegah infeksi patogen tanah dan merangsang pertumbuhan akar. Aplikasi Trichoderma pada tanah dilakukan dengan mencampurkan inokulum ke dalam tanah sekitar area perakaran tanaman. Hal ini dapat meningkatkan efektivitas pengendalian penyakit yang ada di tanah.
Bapak Subhan yang merupakan salah satu peserta pelatihan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LPB karena telah melaksanakan pelatihan ini untuk berbagi ilmu mengenai Trichoderma. Aktual yang terjadi dilapangan adalah terdapat tanaman karet yang terserang jamur akar putih dan serangan penyakit tersebut bersifat mudah menular. Tanaman yang sudah terserang jamur akar putih ini memiliki peluang hidup yang kecil, sehingga melalui pelatihan ini Pak Subhan menjadi paham mengenai manfaat dari Trichoderma serta cara pembuatan dan perbanyakannya. Lebih lanjut Pak Subhan menyampaikan bahwa dirinya akan mengimplementasikan Trichoderma pada lahan budidaya karetnya.
