PELATIHAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR

Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar pada hari Rabu 30 Oktober 2024. Pelatihan ini dilaksanakan di Pondok Diskusi Mutiara Bersama Fish. Pelatihan ini diikuti sebanyak 14 UMKM yang bergerak pada sektor perikanan. Pelatihan budidaya ikan air tawar ini bertujuan agar UMKM menjadi lebih paham langkah demi langkah budidaya ikan air tawar yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Tema pelatihan ini merupakan materi dasar dalam budidaya ikan air tawar sehingga sasaran UMKM yang menjadi peserta pelatihan adalah UMKM pemula di sektor perikanan. Bapak Syufuan Hadi menjadi instruktur dalam pelatihan ini. Beliau merupakan binaan dari LPB Pama Daya Taka yang telah menjadi UMKM Mandiri serta memiliki kompetensi yang mumpuni pada budidaya perikanan, sehingga Pak Syufuan didapuk menjadi instruktur pada pelatihan ini.

Rangkaian pelatihan ini dimulai dengan penyampaian dari koordinator LPB Pama Daya Taka oleh Bapak Rusdi Asri. Bapak Rusdi menyampaikan bahwa LPB Pama Daya Taka memiliki 4 pilar program pembinaan yakni pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan. Kegiatan hari ini merupakan pelaksanaan pilar pertama pembinaan yakni pelatihan. Output dari kegiatan pelatihan ini adalah agar UMKM yang masih pemula tidak keliru dalam melakukan budidaya perikanan. Pelatihan ini juga menekankan agar UMKM dapat melakukan budidaya yang sesuai dengan SOP sehingga mendatangkan keuntungan yang maksimal, baik dari kualitas maupun kuantitas.

Lebih lanjut Bapak Rusdi menyampaikan bahwa Bapak Syufuan Hadi selaku instruktur dulunya juga tidak memiliki pengetahuan dan kompetensi yang mumpuni. Namun dengan tekad belajar yang tinggi serta adanya program pembinaan dari LPB membuat posisi bisnis perikanan pak Syufuan saat ini lebih maju, bahkan omzet yang diperoleh melebihi 10 juta per bulannya. UMKM dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari Pak Syufuan karena kenyang akan pengalaman dan sudah mengalami kegagalan dalam budidaya, hal ini membuat UMKM tidak perlu mengalami kegagalan dalam budidaya karena Pak Syufuan sudah mengetahui kiat-kiat mengatasi permasalahan dalam budidaya dan membagikannya pada UMKM.

Bapak Syufuan mengawali  materi dengan menyampaikan tentang beberapa tahapan dalam budidaya ikan air tawar. Tahapan-tahapan tersebut dimulai dari persiapan kolam, air, bibit unggul, pakan, grading atau sortir, dan panen. Terdapat dua jenis kolam yang bisa digunakan pada budidaya ikan air tawar yakni kolam bulat dan kolam persegi panjang. Kolam bulat ini memiliki karakteristik yang minim oksigen serta pH rendah sehingga dibutuhkan aerator untuk sirkulasi oksigen dalam air serta monitoring kolam dengan intensitas tinggi. Jenis kolam lain yang direkomendasikan Pak Syufuan adalah jenis kolam persegi Panjang, karena pada kolam ini sirkulasi udara baik dan memiliki pH yang standar.

Tahapan selanjutnya yang paling penting adalah air, karena air merupakan rumah bagi ikan. Air yang akan digunakan dalam budidaya harus diendapkan terlebih dahulu selama 3 hari. Setelah 3 hari berikan garam ikan dan juga diamkan selama 3 hari. Setelah ibu berikan air tersebut dengan probiotik dengan dosis 100 ml per kubik air dan air tersebut bisa dimasukkan ke dalam kolam budidaya. Tahapan selanjutnya adalah pemilihan bibit ikan, pastikan bibit ikan yang dipilih dari indukan yang unggul serta memiliki ciri-ciri seperti pergerakan bibit ikan yang lincah, sirip dan kumis yang bentuknya prima, dan berasal dari indukan yang bersertifikat. Bibit yang telah memenuhi kriteria ditebar pada kolam.

Tahapan selanjutnya yang sering banyak pelaku budidaya pemula sering keliru adalah pemberian pakan. Dosis pakan yang diberikan kepada ikan adalah 2,5% dari bobotnya. Pemberian pakan yang berlebih selain menyebabkan membengkaknya cost budidaya juga akan menimbulkan amoniak pada kolam sehingga tingginya potensi keracunan pada ikan dan berdampak terjadinya kematian pada ikan. Pemberian pakan pada ikan dilakukan secara teratur dan konsisten yakni 2 kali sehari dengan jarak 12 jam.

Tahapan ketika proses pembesaran adalah dengan melakukan penyortiran, hal ini dilakukan untuk menyeragamkan ukuran ikan pada kolam. Selain itu penyortiran ini dilakukan agar ikan tidak memangsa ikan yang berukuran lebih kecil (kanibal) sehingga hal ini menyebabkan kerugian dalam berbudidaya. Tahapan panen merupakan tahapan terakhir pada proses budidaya, panen dilakukan ketika ikan sudah memenuhi kriteria panen seperti ukuran dan berat. Pengemasan ikan setelah panen juga harus diperhatikan, jika tidak maka ikan akan stress dan beberapa kasus ikan mengalami kematian ketika disuplai ke pasar. Pengemasan ikan yang akan disuplai bisa menggunakan sterofoam atau kantong plastik yang sudah diisi oksigen.

Ibuk Dahriah yang merupakan salah satu peserta pelatihan ini menyampaikan bahwa banyak beberapa hal yang baru ia ketahui dalam proses budidaya. Lebih lanjut Buk Dahriah menyampaikan bahwa tahapan-tahapan budidaya yang selama ini dilakukan tidak merujuk pada SOP yang disampaikan oleh Bapak Syufuan Hadi, sehingga tidak mengherankan kalau hasil budidaya yang dilakukan memberikan hasil yang kurang maksimal. Buk Dahriah menyampaikan bawah penyampaian materi oleh Bapak Syufuan sangat jelas serta mudah dimengerti dan akan diterapkan pada budidaya yang dilakukan.

LPB akan melakukan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan untuk meninjau implementasi materi pelatihan oleh UMKM. Harapannya UMKM dapat memahami lebih lanjut budidaya ikan air tawar yang sesuai dengan standar dan mendatangkan keuntungan yang baik bagi usaha budidaya ikan air tawar.

By |2024-11-04T12:48:51+07:004 November 2024|

About the Author: