PELATIHAN QUALITY CONTROL PERKEBUNAN SAWIT

Perkebunan kelapa sawit, salah satu sektor unggulan dalam ekonomi Indonesia, memegang peranan penting dalam menunjang perekonomian nasional. Namun, di balik kesuksesan industri ini, terdapat tantangan besar yang dihadapi oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang perkebunan sawit. Tantangan ini terutama terkait dengan penerapan pengawasan yang ketat dalam proses budidaya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi. Demi menjawab tantangan ini, sebuah program “Pelatihan Quality Control Perkebunan Sawit” telah diselenggarakan pada 20 Juni 2024 di Aula Desa Sungai Terik. Program ini adalah salah satu program pembinaan dari Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka.  Pelatihan ini bertujuan untuk membantu UMKM di bidang perkebunan kelapa sawit dalam memenuhi standar mutu produk dan mengembangkan proses budidaya yang berkelanjutan.

Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses produksi, UMKM di bidang perkebunan kelapa sawit memerlukan pengawasan yang ketat dalam penerapan proses budidaya. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan produksi berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Selain itu, UMKM juga perlu meningkatkan kompetensi dalam pemenuhan standar mutu produk hasil budidaya agar dapat memenuhi standar QCD (Quality, Cost, Delivery). Pentingnya standarisasi dalam budidaya perkebunan kelapa sawit tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan usaha. Proses budidaya yang dijalankan secara berkelanjutan akan berdampak positif pada lingkungan dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat membantu UMKM di bidang perkebunan kelapa sawit dalam melakukan pengelolaan lahan yang baik, penggunaan pestisida yang aman, dan perlindungan terhadap ekosistem lokal.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Hotman Tarigan, seorang ahli dalam bidang quality control dan manajemen perkebunan sawit. Pelatihan dihadiri oleh 14 UMKM di bidang perkebunan sawit, yang masing-masing diwakili oleh para petani dan pengelola perkebunan. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah undangan penting, seperti kepala Desa Sungai Terik, Bapak Jumin, yang membuka kegiatan pelatihan ini, Babinsa Sungai Terik, dan penyuluh pertanian Kecamatan Batu Sopang. Kehadiran para undangan ini menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah dan pihak terkait terhadap upaya peningkatan kualitas perkebunan sawit di daerah tersebut.

Bapak Rusdi Asri, koordinator dari Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka, memberikan sambutan dengan beberapa poin penting. Beliau menekankan manfaat dari pelatihan ini, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para petani sawit. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas para petani sawit secara maksimal. Ujung dari pelatihan ini adalah untuk menaikkan pendapatan para petani sawit melalui peningkatan kualitas dan efisiensi produksi. Selain itu, pelatihan ini akan mengingatkan pentingnya pencatatan setiap kegiatan proses budidaya, yang akan sangat berguna untuk evaluasi dan perencanaan ke depan. Bapak Rusdi Asri juga menyuarakan harapan agar keterlibatan anak muda dalam proses budidaya perkebunan sawit dapat meningkat.

Bapak Rifauzar Yuzhar dari PT Pamapersada Nusantara juga memberikan sambutan dan dukungan penuh terhadap kegiatan pelatihan ini. Beliau berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mengharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran para petani untuk selalu mengontrol kebunnya. Dengan diterapkannya ilmu quality control, diharapkan keberlanjutan usaha para UMKM perkebunan sawit dapat terus terjaga.

Pelatihan ini mencakup berbagai materi penting yang dibutuhkan oleh para petani dan pengelola UMKM perkebunan sawit. Materi-materi tersebut antara lain: identifikasi kelompok tani, membangun komitmen sertifikasi melalui rapat anggota, membangun sistem pengendalian internal, menyusun rencana kerja tindak lanjut, dan melakukan audit internal. Pembentukan kelompok tani merupakan langkah awal yang sangat penting. Kelompok tani, baik dalam bentuk gabungan kelompok tani atau koperasi, dapat menjadi wadah bagi para petani untuk saling mendukung dan bekerja sama. Dengan adanya kelompok tani, para petani dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya yang dimiliki. Namun, membentuk kelompok tani bukanlah hal yang mudah. Komitmen bersama untuk berkelompok harus dibangun dengan dasar kepercayaan dan gotong royong. Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh kelompok tani adalah kurangnya kepercayaan antar anggota kelompok. Hal ini dapat diatasi dengan menunjukkan rasa keterbukaan dari pihak ketua kelompok, perangkat desa, dan penyuluh pertanian.

Pelatihan Quality Control Perkebunan Sawit ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani dan UMKM di bidang perkebunan sawit. Para petani diharapkan dapat berkelompok untuk maju bersama, saling mendukung, dan bekerja sama dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas perkebunan sawit mereka. Selain itu, penting bagi para petani untuk selalu mencatat kegiatan budidaya perkebunan sawit setiap hari. Pencatatan yang rutin dan konsisten akan sangat membantu dalam melakukan evaluasi dan perencanaan ke depan. Dengan mencatat setiap kegiatan, para petani dapat mengidentifikasi masalah sejak dini dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Keterbukaan dalam kegiatan kelompok tani juga sangat penting. Dengan menunjukkan rasa keterbukaan, para petani dapat membangun kepercayaan antar anggota kelompok. Kepercayaan ini akan menjadi dasar yang kuat untuk bekerja sama dan mencapai tujuan bersama.

 

By |2024-06-21T10:27:33+07:0021 Juni 2024|

About the Author: