Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembukuan Sederhana pada hari Senin 4 Maret 2024 di Aula Desa Sungai Terik. Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 25 UMKM yang bergerak pada sektor kuliner. Bapak Yudi Pramana dari Finance Trainee PT.Pamapersada Nusantara menjadi instruktur dalam pelatihan ini. Tujuan dari dilaksanakannya pelatihan pembukuan sederhana ini adalah agar UMKM memahami pentingnya pembukuan dalam usaha yang dijalankan, selain itu dengan pembukuan maka UMKM dapat merancang strategi dalam mengembangkan usaha berdasarkan pembukuan yang dilakukan.
Kegiatan pelatihan diawali dengan pengarahan dari koordinator LPB Pama daya Taka yakni Bapak Rusdi Asri. Bapak Rusdi menyampaikan bahwa pelatihan ini mayoritas diikuti oleh UMKM baru yang belum pernah mengikuti program pembinaan dari LPB sebelumnya, sehingga pelatihan pembukuan sederhana ini menjadi salah satu materi dasar yang harus dipahami dan diimplementasikan oleh UMKM baru. Lebih lanjut Bapak Rusdi juga menyampaikan bahwa pembukuan sederhana ini menjadi krusial dalam usaha, karena mayoritas pengusaha pemula masih belum disiplin dalam melakukan pembukuan dalam usahanya sehingga tidak tau apakah usahanya dalam kondisi yang untung atau rugi. Berdasarkan hal tersebut maka Bapak Rusdi menekankan akan pentingnya UMKM untuk dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius serta aktif bertanya jika dirasa terdapat beberapa hal yang belum dimengerti. Bapak Farhan Indirwan dari Manajemen PT.Pamapersada Nusantara juga memberikan arahan bahwa PT.Pama selalu memberikan dukungan penuh kepada UMKM untuk mengembangkan usaha. Lebih lanjut Bapak Farhan menyampaikan hal yang paling mudah untuk diucapkan namun sulit untuk diterapkan adalah konsistensi UMKM melakukan pembukuan dalam usahanya, sehingga harapannya dengan mengikuti pelatihan ini UMKM dapat terdorong untuk melakukan pembukuan secara konsisten secara berkelanjutan. Pelatihan Pembukuan Sederhana ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sungai Terik yakni Bapak Jumin. Bapak Jumin berpesan bahwa Pemerintah Desa Sungai Terik sangat mendukung pelatihan ini serta sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti LPB dan Pama demi mensejahterakan masyarakat, khususnya dalam hal ini adalah UMKM.
Bapak Yudi selaku instruktur mengawali penyampaian materi dengan mengangkat permasalahan yang sering dialami oleh UMKM terkait dengan pembukuan yaitu tidak jelasnya berapa detail pengeluaran atau pemasukan uang usaha UMKM. Kasusnya adalah pelanggan semakin banyak tapi tidak pernah tahu apakah bisnis yang dijalankan selama ini memberikan keuntungan atau malah merugikan. Berdasarkan hal itu maka pembukuan menjadi hal yang sangat krusial untuk dipahami dan diterapkan oleh UMKM, sehingga permasalahan sebelumnya sedikit demi sedikit dapat diatasi.
Bapak Yudi menyampaikan bahwa pembukuan sangat penting bagi UMKM, sebab dengan pembukuan yang rapi maka UMKM dapat terhindar dari kerugian atau bahkan usahanya gulung tikar. Pembukuan sederhana yang dilakukan dapat memberikan gambaran tentang kondisi finansial usaha UMKM, sehingga berdasarkan kondisi finansial tersebut maka UMKM dapat menyusun strategi dalam mengembangkan usaha berdasarkan kondisi budget yang dimiliki. Bapak Yudi menekankan akan pentingnya untuk memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Keuangan pribadi dan keuangan usaha yang dicampur membuat UMKM tidak bisa memastikan apakah kekayaan yang bertambah karena usaha yang dijalankan atau dari sumber pendapatan lainnya.
Bapak Yudi menyampaikan tentang 4 buku sederhana yang dapat diterapkan oleh UMKM dalam usahanya yaitu buku arus kas sederhana, buku hutang, buku piutang, dan buku inventaris barang. Buku arus kas sederhana adalah catatan keuangan yang mencatat secara rinci setiap transaksi yang melibatkan uang tunai. Buku kas ini membantu pelaku usaha untuk melacak setiap penerimaan dan pengeluaran uang tunai secara sistematis. Buku hutang adalah catatan yang mencatat setiap transaksi yang melibatkan utang atau kewajiban pembayaran kepada pihak lain. Penggunaan buku hutang sederhana sangat penting untuk mengelola kewajiban pembayaran dengan baik. Buku piutang adalah catatan keuangan yang mencatat setiap transaksi piutang yang dimiliki oleh sebuah bisnis. Pengelolaan piutang menjadi lebih terstruktur dan dapat membantu dalam pelacakan pembayaran yang tertunda. Buku inventaris barang adalah suatu bentuk pencatatan yang mencatat informasi terkait dengan barang atau inventaris yang dimiliki oleh suatu entitas. Praktik cara mengisi buku arus kas sederhana juga dilakukan dalam pelatihan ini dengan cara membagi peserta ke dalam beberapa kelompok, kemudian diberikan tugas untuk menyusun arus kas berdasarkan soal yang diberikan. Hasil diskusi tersebut kemudian dipresentasikan dan akan dinilai oleh Bapak Yudi apakah sudah tepat atau belum.
Ibu Santi yang merupakan salah satu peserta pelatihan menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi dirinya pribadi dan UMKM lainnya. Ibu Santi menjelaskan bahwa selama ini dirinya kurang tertib dalam melakukan pembukuan, hal ini disebabkan karena belum terbentuknya kebiasaan dalam melakukan pembukuan serta belum memahami dengan baik teknis melakukan pembukuan dalam usaha. Lebih lanjut Ibu Santi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang berperan dalam mewujudkan pelatihan ini karena nilai kebermanfaatan yang UMKM peroleh sangatlah besar dalam upaya mengembangkan usaha melalui pelatihan pembukuan sederhana ini.
Harapan dari dilaksanakannya pelatihan pembukuan sederhana ini adalah UMKM dapat menerapkan pembukuan dalam usahanya sehingga UMKM dapat mengontrol dengan baik berbagai aspek dalam lini bisnisnya. UMKM juga dapat menganalisis sejauh mana perkembangan usahanya ditinjau dari pembukuan yang dilakukan serta dapat merancancang strategi untuk mengembangkan lini bisnis UMKM. Melalui pelatihan ini diharapkan UMKM mampu melakukan pembukuan secara konsisten serta paham teknis pembukuan yang baik dan benar.
