Pendampingan Teknik Pengelolaan Tanah

Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka telah melaksanakan kegiatan pendampingan teknik pengelolaan tanah. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 2 kali visit yakni pada tanggal 3 Februari dan 2 Maret 2024. Kegiatan pendampingan ini diikuti sebanyak 10 UMKM yang bergerak pada sektor pertanian hortikultura. Bapak Misrani yang berasal dari Pusat Pelatihan dan Perdesaan Swadaya (P4S) Patra Mandiri menjadi instruktur pada kegiatan pendampingan ini. Pendampingan teknik pengelolaan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pelatihan yang dilakukan sebelumnya. Fokus kegiatan pendampingan ini adalah meninjau kembali penerapan materi pelatihan oleh petani, melakukan evaluasi, serta memberikan rekomendasi terhadap penerapan teknik pengelolaan tanah oleh petani pasca pelatihan.

 

Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan berkunjung kepada lahan budidaya milik petani. Aspek yang ditinjau dari pendampingan ini adalah kondisi pH tanah pada lahan budidaya. PH tanah yang baik adalah 6,5-7, jika nilai pH dibawah 6,5 maka tanah tersebut memiliki kandungan asam yang tinggi sehingga pertumbuhan tanaman kurang maksimal. Nilai pH tanah di atas 7 mengindikasikan bahwa tanah memiliki kandungan basa yang tinggi sehingga pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Beberapa lahan petani yang diukur nilai pH nya sudah berada pada kriteria yang baik (6,5-7), namun terdapat beberapa lahan milik petani yang nilai pH nya belum sesuai standar. Lahan yang belum mencapai nilai pH yang standar dapat dilakukan pengapuran dengan menggunakan dolomit. Penggunaan dolomit dapat meningkatkan nilai pH pada tanah, dengan catatan bahwa penggunaannya harus sesuai dengan dosis.

 

Bapak Misrani selaku instruktur menyampaikan bahwa dosis dolomit berbeda tiap lahannya, tergantung hasil pengukuran nilai pH yang dilakukan. Contohnya adalah peningkatkan nilai pH aktual 5,5 akan berbeda dosis dolomitnya dengan nilai pH 4,5, hal ini dilakukan agar lebih mengefisiensikan penggunaan pupuk dolomit yang berdampak kepada pemberian dolomit yang sesuai dengan kebutuhan tanah serta dari segi finansial menjadi lebih hemat.

 

Bapak Misrani juga memberikan arahan terkait dengan pentingnya penggunaan pupuk organik terhadap lahan budidaya. Penggunaan pupuk organik memberikan manfaat yang sangat besar bagi lahan budidaya, seperti dapat mencegah degradasi lahan, dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta pupuk organik dapat menjadi sumber energi dan makanan mikroba tanah sehingga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tersebut dalam penyediaan hara tanaman.

 

Lebih lanjut Bapak Misrani menyampaikan bahwa pupuk organik yang digunakan harus difermentasi terlebih dahulu. Ciri-ciri pupuk organik yang sudah difermentasi dengan baik adalah tidak mengeluarkan aroma menyengat, berwarna lebih hitam, dan tidak panas. Penggunaan pupuk organik yang belum difermentasi dengan baik berakibat buruk kepada lahan, salah satu dampak buruknya adalah menjadi pemicu tumbuhnya penyakit Antraknosa pada tanaman cabai. Antraknosa disebabkan oleh jamur Collectotrichum sp yang menyebabkan kerusakan hasil dan ekonomi bagi petani. Fermentasi pupuk organik dapat dilakukan pada satu tempat khusus sampai pupuk organik tersebut matang dan siap untuk digunakan. Fermentasi pupuk organik juga bisa dilakukan dengan menebar pupuk organik yang belum difermentasi pada lahan budidaya, kemudian disiram dengan cairan dekomposer untuk mempercepat proses dekomposisi pupuk sehingga matangnya pupuk menjadi lebih cepat.

 

Bapak Misrani juga menyampaikan beberapa solusi untuk mengatasi berbagai serangan hama penyakit pada tanaman yang ditanam petani seperti tanaman cabai, tomat, timun, dan kacang panjang. Bapak Misrani juga menekankan pentingnya pengelolaan tanah dengan teknik yang baik dan benar seperti yang sudah dijelaskan pada pelatihan sebelumnya, karena tanah menjadi hal yang krusial dalam pertumbuhan tanaman sehingga pengelolaan tanah menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

 

Bapak Toni yang merupakan salah satu UMKM yang didampingi menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi dirinya. Bapak Toni mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui bahwa begitu pentingnya penggunaan pupuk organik yang sudah difermentasi pada lahan budidaya. Lebih lanjut Bapak Toni menyampaikan bahwa materi teknik pengelolaan tanah yang disampaikan dalam pelatihan dan dipertajam implementasinya melalui pendampingan ini akan diterapkan dalam proses budidayanya.

 

Harapan dari pelaksanaan pendampingan ini adalah UMKM dapat meningkatkan keterampilannya dalam melakukan pengelolaan tanah yang baik dan benar, kemudian UMKM dapat memeroleh kualitas sifat tanah dari segi fisis, kimia, dan biologis yang baik, serta berdampak kepada adanya peningkatan produktivitas tanaman sehingga dapat memenuhi permintaan pasar komoditas pertanian.

 

By |2024-03-05T13:45:21+07:005 Maret 2024|

About the Author: