Pendampingan Digital Marketing UMKM Sektor Kuliner

Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka telah melaksanakan kegiatan pendampingan digital marketing. Kegiatan pendampingan ini diikuti sebanyak 31 UMKM yang bergerak di sektor kuliner. Pendampingan digital marketing dilakukan sebanyak 2 kali visit, visit pertama dilakukan tanggal 22 Januari dan visit 2 dilakukan tanggal 5 Februari 2024. Instruktur yang mendampingi dalam kegiatan pendampingan ini adalah Ibu Eka Dian Mayasari yang memiliki kompetensi dalam bidang digital marketing.

 

Pendampingan digital marketing ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pelatihan digital marketing yang dilakukan sebelumnya. Pendampingan ini berfokus kepada evaluasi terhadap materi pelatihan yang diimplementasikan oleh UMKM setelah menerima materi digital marketing. Ibu Dian selaku instruktur memberikan arahan tentang cara implementasi digital marketing yang benar sehingga UMKM tidak lagi keliru dalam penerapannya.

 

Hal yang menjadi fokus dalam pendampingan ini adalah upaya agar UMKM dapat mengoptimalkan aplikasi WhatsApp bisnis. Pengunaan WhatsApp bisnis cukup mudah, UMKM tinggal mengunduh dan bisa melakukan instalasi dengan menggunakan nomor pribadi seperti yang digunakan dalam whatsapp biasa. WhatsApp bisnis dapat membantu pelaku UMKM agar lebih dekat dengan konsumen melalui fitur tampilan detail produk dalam bentuk katalog, personalisasi chat otomatis, tampilan profil bisnis yang lengkap, penggunaan label, dan fitur iklan yang terhubung dengan facebook. Penggunaan WhatsApp bisnis oleh UMKM meningkatkan kredibilitas bisnis. UMKM dapat menampilkan produk dan jasa yang ditawarkan dengan tampilan yang lebih lengkap dan profesional.

 

Penggunaan aplikasi Linktree juga menjadi fokus dalam pendampingan digital marketing. Ibu Dian selaku instruktur menyampaikan bahwa UMKM harus menggunakan konsep trisula pemasaran, yakni menggunakan sosial media berupa Facebook atau Instagram sebagai media promosi dan branding, menggunakan website atau WhatsApp bisnis untuk melayani konsumen, serta menggunakan marketplace sebagai media untuk menjual produk UMKM. Trisula pemasaran tersebut dapat diwujudkan dengan menggunakan aplikasi Linktree sehingga UMKM dapat mengkombinasikan sosial media, website atau WhatsApp bisnis, serta marketplace dalam satu aplikasi serta memudahkan konsumen untuk melihat dan membeli produk UMKM.

 

Salah satu skill yang dibutuhkan oleh UMKM dalam memasarkan produknya secara digital adalah kemampuan copywriting. Copywriting merupakan sebuah cara dalam menulis konten pemasaran yang dapat membujuk konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan oleh UMKM. UMKM juga diajarkan bagaimana cara copywriting yang benar sehingga setiap postingan tentang produk yang ditawarkan dapat menarik minat konsumen.

 

Salah satu peserta pendampingan yakni Ibu Fitria Eka Yanti menyampaikan bahwa pendampingan digital marketing ini sangat bermanfaat bagi dirinya. Ibu Fitria menyampaikan bahwa dirinya dulu sangat menutup diri terhadap kemajuan teknologi digital dalam pemasaran dan merasa cukup dengan pemasaran secara konvensional saja. Hal tersebut membuat Ibu Fitri enggan untuk menerapkan cara digital dalam pemasaran, walaupun sudah diajak oleh teman-teman UMKM lainnya. Namun setelah mengikuti pelatihan serta pendampingan digital marketing, Ibu Fitria merasa sangat diuntungkan ketika menerapkan digital marketing dalam menjual produknya. Contohnya adalah ketika konsumen akan membeli produknya via WhatsApp, maka konsumen lebih mudah dalam mencari produk apa saja yang dijual oleh Ibu Fitria dan langsung melakukan pemesanan berdasarkan menu yang ada pada katalog. Berdasarkan hal tersebut, Ibu Fitria justru bersemangat dalam menggunakan digital marketing untuk menjual produk-produknya karena dampaknya langsung dirasakan oleh Ibu Fitria.

 

Harapan dari kegiatan pendampingan ini adalah UMKM dapat lebih memahami cara menerapkan digital marketing yang baik dan benar, merasakan manfaat secara langsung penggunaan digital marketing dalam pemasaran, serta yang terpenting adalah dapat menerapkan digital marketing secara berkelanjutan.

By |2024-02-12T12:59:21+07:0012 Februari 2024|

About the Author: