Awal Bulan Februari, Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka (LPB PDT) menyelenggarakan Pelatihan Teknik Pengelolaan Tanah yang bertempat di Demplot LPB Pama Daya Taka. Pelatihan ini berlangsung pada hari Sabtu, 3 Februari 2024 yang diadakan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada 20 UMKM yang menjadi binaan LPB PDT di sektor pertanian.
Pengelolaan tanah menjadi sangat penting karena tanah mengalami degradasi seiring dengan pemakaian pupuk, penggunaan pestisida serta pola pertanaman dalam budidaya dengan jangka waktu yang panjang. Pengelolaan tanah yang baik sebagai upaya meminimalisir degradasi tanah perlu dilakukan agar tanah siap tanam baik secara fisis, kimia maupun biologis sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Pertanian hortikultura memerlukan teknik pengelolaan tanah yang cermat untuk mencapai hasil optimal. Pengelolaan tanah melibatkan beberapa aspek, termasuk pemupukan, pengolahan tanah dan pengendalian gulma. Pemilihan varietas tanaman juga berperan penting dalam meningkatkan produktivitas lahan hortikultura.
Kabupaten Paser menjadi daerah yang strategis untuk menyokong IKN (Ibu Kota Negara) yang berada di Penajam Paser Utara. Adanya penambahan sumberdaya manusia di tingkat pemerintahan baru, hal ini tentu memiliki peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Koordinator LPB PDT, Rusdi Asri, menyampaikan dalam sambutannya “Sebagai daerah yang digadang menjadi penyokong IKN, kita harus mempersiapkan diri dan meningkatkan kapasitas produksi yang nantinya bisa membuka peluang pasar baru di IKN. Kita tidak bisa hanya menjadi penonton bagi para pendatang namun kita harus mengambil peran strategis dalam hal ini.”
Salah satu keunggulan dari pelatihan ini adalah semangat kolaborasi dengan instruktur terkemuka, Bapak Misrani, yang berasal dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Patra Mandiri. Beliau telah memiliki pengalaman yang luas dan pengetahuan mendalam di bidang pengelolaan tanah.
Selama sesi pelatihan, Bapak Misrani membagikan berbagai teknik terbaik dalam mengelola tanah secara efisien dan berkelanjutan. Peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem tanah, mulai dari pemilihan jenis tanaman yang tepat hingga teknik penggunaan alat Rapid Soil Check (RSC) untuk mengetahui kondisi kualitas tanah.
Salah satu poin penting yang disoroti dalam pelatihan ini adalah penerapan teknologi modern dalam pertanian. Peserta diajarkan cara mengintegrasikan inovasi teknologi seperti sensor tanah, pengecekan kualitas tanah, dan penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan hasil pertanian mereka.
Adapun materi pelatihan mencakup:
- Pemilihan Tanaman yang Tepat: Peserta diberikan panduan dalam memilih jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah dan iklim di daerah mereka.
- Kebutuhan Unsur Hara Tanaman : Setidaknya tanaman membutuhkan 13 unsur hara yaitu; hara makro primer (N, P, dan K), hara makro sekunder (Ca, Mg, dan S) dan hara mikro (Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl).
- Pengaruh pH Terhadap Tanaman: Tingkat Keasaman (pH) tanah mempengaruhi kemampuan tanaman untuk melakukan proses penyerapan unsur hara. Tingkat keasaman (pH) dibedakan menjadi 3 yaitu; pH asam (0-6), pH netral (7) dan pH basa (8-14).
- Pengaplikasian Rapid Soil Check (RSC): alat portable pembaca kondisi tanah yang penting bagi tanaman dengan indikator yang terbaca adalah suhu, kadar air, pH, unsur Nitrogen, Phospor, Kalium dan TDS (unsur mikro). Setelah mengetahui kondisi tanah, kemudian terdapat rekomendasi pemupukan yang lebih presisi.
- Praktek Lapangan: Pelatihan mencakup sesi praktek lapangan, di mana peserta dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh di lahan pertanian.
Partisipasi aktif dari peserta sangat terlihat selama sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Mereka berbagi pengalaman dan ide untuk mengoptimalkan hasil pertanian mereka, menciptakan suasana kolaboratif yang sangat positif.
Manajemen PT. Pamapersada Nusantara, Bayu Handoko, memberikan dukungan penuh kepada LPB PDT dan UMKM dalam pelaksanaakan program pembinaan terlebih dalam Pelatihan Teknik Pengelolaan Tanah yang sedang berlangsung. Beliau menyampaikan “Kami terbuka bagi semua UMKM di sektor pertanian khususnya hortikultura untuk dapat diskusi aktif melalui program-program pembinaan yang diberikan. Kami juga mendatangkan instruktur yang ahli dibidangnya, oleh karena itu semoga UMKM dapat memaksimalkan keikutsertaan dalam pelatihan ini”.
Pelatihan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk meningkatkan keterampilan praktis peserta, tetapi juga membuka ruang bagi networking dan pertukaran ide antar UMKM di sektor pertanian. Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan UMKM di bidang pertanian dapat terus berkembang dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian lokal sehingga dapat mencapai kemandirian UMKM.
