Pendampingan Pengendalian Hama Penyakit Tanaman

Perubahan cuaca yang terjadi dengan intensitas yang sering membuat UMKM pada sektor pertanian memiliki kecemasan pada tanaman hortikultura yang ditanamnya. Pengendalian Hama Penyakit Tanaman memilik peran penting dalam menyeimbangkan perubahan cuaca yang terjadi. Adanya kebutuhan program pendampingan sebagai bentuk tindak lanjut dari program sebelumnya untuk memaksimalkan UMKM Mitra dalam melakukan penerpan pengendalian hama dan penyakit di area budidaya.

Pendampingan Pengendalian Hama Penyakit Tanaman memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada UMKM Mitra menganai cara pengendalian hama dan penyakit tanaman yang tepat agar residu kimia yang digunakan tidak berdampak buruk pada proses budidaya selanjutnya. Perlunya memberikan pemahaman kepada UMKM Mitra tentang pengendalian hama dan penyakit tanaman secara alami, agar UMKM tidak ketergantungan dengan bahan kimia.

Sabtu, 15 & Jumat, 21 Juli 2023, LPB Pama Daya Taka mengadakan pendampingan kepada UMKM Mitra sektor pertanian. Pendampingan berlangsung selama 2 hari yang diawali dengan duduk bersama berdiskusi mengenai kondisis budidaya saat ini. UMKM Mitra diberikan kesempatan dalam diskusi aktif dengan instruktur pendampingan, Hotma Tarigan, atau yang sering disebut Bang Coki. Bang Coki memberikan pemahaman-pemahaman mengenai serangan hama penyakit tanaman yang dapat diidentifikasi secara kasat mata. Selesai berdiskusi, dilakukan pendampingan langsung ke lahan-lahan petani sehingga didapatkan penjelasan lebih detail dari temua di laham. Dari hasil visit di lapangan, instruktur membantu UMKM Mitra untuk membuat Pupuk Organik Cair (POC) pada hari keduaa yang selanjutnya akan diaplikasikan di lahan.

Pendampingan hama dan penyakit tanaman adalah salah satu strategi pengendalian yang telah menjadi sorotan dalam pertanian berkelanjutan. Pendekatan ini menekankan pada penggunaan teknik dan metode yang menggabungkan komponen biologi, fisik, dan kimiawi untuk mengurangi populasi hama dan penyakit tanaman secara alami tanpa harus mengandalkan bahan kimia sintetis yang berpotensi merugikan lingkungan dan kesehatan manusia.

Pendampingan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman berusaha untuk menciptakan keseimbangan ekosistem di sekitar tanaman budidaya. Ini melibatkan integrasi berbagai tindakan yang berfokus pada pencegahan, pengawasan, dan pengendalian populasi hama dan patogen penyakit. Tujuannya adalah untuk mencapai pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif dengan lebih berkelanjutan.

Prinsip-Prinsip Pendampingan dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman:

  1. Penggunaan Varietas Tahan: Memilih varietas tanaman yang memiliki ketahanan alami terhadap hama dan penyakit tertentu dapat mengurangi kebutuhan akan pengendalian kimia.
  2. Rotasi Tanaman: Bergantian menanam tanaman pada lahan pertanian membantu mengganggu siklus hidup hama dan patogen penyakit, mengurangi risiko penyebaran dan perkembangan populasi hama dan penyakit yang tidak diinginkan.
  3. Penggunaan Sumber Daya Alam dan Biologi: Memanfaatkan agen pengendalian hayati seperti predator, parasitoid, dan mikroorganisme yang alami dalam lingkungan pertanian untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
  4. Pemanfaatan Penghalang Fisik: Menggunakan penghalang fisik, seperti jagung, jaring, mulsa, atau pelindung tanaman, untuk mencegah hama dan patogen penyakit mendekati tanaman.
  5. Sanitasi: Membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman dan material organik lainnya yang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi hama dan patogen penyakit.
  6. Pengendalian Cuaca dan Lingkungan: Mengatur faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan cahaya untuk menciptakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi perkembangan hama dan patogen penyakit.
  7. Penggunaan Pestisida Nabati: Menggunakan bahan alami seperti ekstrak tanaman, minyak nabati, atau sediaan nabati lainnya yang memiliki efek insektisida atau fungisida terhadap hama dan penyakit tanaman.

Pendampingan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman adalah pendekatan berkelanjutan yang mengutamakan keseimbangan ekosistem, keselamatan lingkungan, dan keberlanjutan pertanian. Dengan menggabungkan teknik dan metode biologi, fisik, dan kimiawi, petani dapat mencapai pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif tanpa harus mengandalkan penggunaan pestisida kimia yang berlebihan. Dengan pendampingan, pertanian berkelanjutan menjadi lebih mungkin, dan hasil panen yang aman dan berkualitas dapat dicapai untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia yang terus meningkat. Besar harapan kami, UMKM Mitra mampu secara mandiri mengendalikan hama penyakit tanaman dan tidak ketergantungan oleh produk-produk kimia pertanian dan sehingga bisa menekan biaya dan meningkatkan hasil panen yang optimal.

By |2023-07-29T10:43:43+07:0029 Juli 2023|

About the Author: