Pendampingan pembuatan pupuk organic cair (POC) ini dilaksanakan pada hari jumat, 14 Januari 2022 bertempat dirumah atau gudang pupuk petani dengan melibatkan anggota Kelompok Tani Susah Senang yang diketua oleh pa Mail. Pendampingan ini bertujuan agar para petani mampu melihat potensi yang tersedia disekitar mereka yaitu pelepah, tandan kosong kelapa sawit dan daun hijauan sebagai salah satu sumber yang dapat dijadikan pupuk organic, selain itu juga dengan adanya pendampingan ini diharapkan para petani tidak 100% bergantung pada pupuk kimia.
Kebiasaan para petani menggunakan pupuk kimia tentunya menjadi tantangan tersendiri pada masa sekarang, bagaimana tidak dengan benyaknya jumlah pupuk yang dibutuhkan petani saat ini justru pupuk kimia sulit didapatkan jikalau adapun harganya cenderung tinggi. Kondisi ini tentunya menyulitkan petani dalam pemberian pupuk pada tanaman kelapa sawitnya sehingga tidak maksimalnya proses perawatan dan produktivitas yang dihasilkan. Pak Dakun Setiawan yang menjadi narasumber pada program kali ini membuka pembicaraan dengan menjelaskan tentang dampak buruk yang dirasakan nanti jika petani selalu bergantung pada pupuk kimia salah satunya hilangnya unsur hara pada tanah yang membuat tanah hilang kesuburannya.
Beliau menjabarkan tentang pupuk organic cair (POC) baik dari segi cara pengolahan dan manfaatnya, adapun bahan-bahan yang digunakan yaitu: terasi, susu bubuk, kalsium, gula putih, bubuk kopi, micin, urine kelinci, bedak bayi dan yakult. Bahan-bahan ini mudah didapatkan didaerah sekitar dan proses pembuatannya pun cukup mudah sehingga para petani langsung dapat mengaplikasikannya. Disesi ini narasumber juga menjelaskan fungsi disetiap bahan baku yang digunakan. POC yang sudah dibuat tersebut selain dapat langsung diaplikasikan dikebun dapat juga digunakan untuk mempercepat proses pelapukan tumpukan pelepah sawit, prosesnya lebih cepat untuk dimanfaatkan atau ditabur diperkebuan kelapa sawit petani.
Pemberian pupuk pada tanaman khususnya kelapa sawit merupakan salah satu factor terpenting guna meningkatkan hasil produktivitas yang maksimal, dengan pemberian pupuk yang tepat, baik dari segi waktu maupun jumlahnya tentunya memberikan dampak bagi tanaman kelapa sawit itu sendiri. Setiap jenis pupuk yang diberikan tentunya mempunya manfaat dan fungsinya masing-masing, oleh karena itu para petani dituntut agar jeli dan teliti dalam setiap pemberian pupuk diperkebunan kelapa sawitnya. Dengan melihat kondisi diatas Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka bersama kelompok tani Susah Senang Desa Legai mencoba menjawab tantangan tersebut. Berdasar pada kondisi dan melihat potensi yang tersedia tentunya kita harus mencari alternative pupuk yang dapat digunakan diperkebunan kelapa sawit petani.
Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka berharap para petani khususnya anggota kelompok tani Susah Senang Desa Legai dapat mengaplikasikan materi yang sudah didapat pada program pendampingan tersebut, selain itu petani juga dapat melakukan pemupukan kebunya secara rutin dan tepat waktu dengan pupuk organic cair yang diolah sendiri, dengan pendampingan ini juga kami berharap petani mampu menjawab tantangan sulitnya mendapatkan pupuk saat ini dan tidak bergantung pada pupuk kimia. Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dan mensukseskan program pelatihan kali ini, semoga memberi manfaat buat kita semua.
