Sosialisasi Pembiayaan Perbankan

Dunia bisnis diera saat ini begitu cepat mengalami perubahan, UMKM haruslah siap menghadapi kondisi yang selalu berkembang , pelaku bisnis yang mampu mengikuti perkembangan dan cepat dalam beradaptasi tentu akan membuat bisnisnya tetap bertahan bahkan akan mengalami kemajuan, sebaliknya jika UMKM atau pelaku usaha tidak mampu beradaptasi dan mengikuti perkembangan dunia bisnis saat ini hal itu tentu dapat membuat bisnis yang dijalankan tidak akan mampu bertahan bahkan tutup atau gulung tikar.

Setiap pelaku usaha tentu tidak berharap demikian , ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh UMKM dalam mengembangkan bisnis diantaranya: memperluas jaringan, update informasi, menggunakan media social sebagai sarana promosi produk, meningkatkan dan menambah pengetahuan serta kemampuan dengan mengikuti kurus atau pelatihan, menciptakan produk yang berkualitas dan memberikan layanan yang terbaik untuk konsumen. Tentu banyak hal yang dapat dilakukan oleh pelaku UMKM saat ini, dan setiap jenis usaha yang dijalankan memiliki strategi yang berbeda agar bisnis tetap bertahan dan berkembang.

Dalam rangka memperluas jaringan dan update informasi bangi UMKM Mitra LPB Pama Daya Taka, maka pada tanggal 22 Januari 2022 LPB PDT mengadakan program sosialisasi pembiayaan perbankan dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya program ini bekerjasama dengan Bank BRI unit Batu Kajang. Program ini dilaksanakan dengan bertujuan agar UMKM mitra LPB Pama Daya Taka memiliki jaringan dengan pihak perbankan sebagai pihak penyalur dana pinjaman melalui kredit usaha rakyat (KUR), selain itu dengan adanya sosialisasi QRIS ini juga UMKM update dengan metode pembayaran digital yang sudah banyak digunakan sebagai sutu metode pembayaran  yang lebih cepat dan mudah.

Abdul Azizil Hamid dan Hendri Kusniadi selaku Tenaga Pemasar Bank BRI menyampaikan bahwa pelaku usaha atau UMKM dapat memperkuat dan membesarkan bisnis yang dijalankan dengan menambah modal usahanya melaui KUR Bank BRI. Meraka juga menyampaikan syarat-syarat yang dibutuhkan ketika mengajukan pinjaman yaitu: usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, memiliki usaha dan tidak memiliki tunggakan kredit. Selain syaratnya yang mudah suku bunganyapun cukup kecil yaitu 6 persen pertahun. Tentu ini sangat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin mengajukan permodalan bagi kegiatan usaha yang dijalankan.

Program ini dikuti oleh 17 UMKM dari sektor kuliner, perkebunan dan bengkel. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti program ini hal itu terlihat dengan sesi diskusi yang cukup panjang dan saling Tanya jawab. Salah satu peserta yang aktif Pa Mail yang merupakan ketua kelompok Susah Senang dari sektor perkebunan kelapa sawit yang sangat tertarik dengan adanya program KUR ini. Beliau juga menyampaikan dengan suku bungah yang rendah tentu sangat membantu bagi pelaku usaha. Sedangkan Ibu Winarsih yang merupakan UMKM dibidang kuliner sangat aktiv bertanya mengenai metode pembayaran QRIS dan cara pengaplikasiannya.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan kali ini khususnya kepada PT. Pamapersada Nusantara Distrik Kideco dan Bank BRI yang sudah berperan aktif dan mendukung kemajuan UMKM, dan semoga pelaku bisnis UMKM mitra Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka dapat terus maju dan berkembang.

 

By |2022-02-10T09:20:19+07:0010 Februari 2022|

About the Author: