
Memberikan pendampingan terhadap UMKM mitra merupakan salah satu program yang dijalankan oleh Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka (LPB PDT) guna meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keahlian dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Program pendampingan juga diberikan kepada pelaku usaha sebagai bentuk tindak lanjut dari program pelatihan yang diberikan sebelumnya, hal ini juga bertujuan untuk memaksilkan UMKM dalam menjalankan materi dan pengetahuan yang sudah didapat.
Program pendampingan kali ini diberikan untuk UMKM di sektor pertanian hortikultura khususnya yang berada diwilayah Kecamatan Muara Samu yaitu Desa Biu dan Muser. Untuk jenis tanaman yang menjadi focus dalam program ini yaitu tanaman cabe. Tanaman cabe tiung yang sedang dibudidayakan oleh petani-petani di muara samu menjadi varietas yang banyak diminati untuk dibudidayakan oleh petani. Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka dalam memaksimalkan program kali ini bekerja sama dengan Petugas Penyuluh Lapangan Kecamatan Batu Sopang yaitu Mulyanto,SP.
Dalam kunjungan lapangan Tim LPB bersama Mulyanto,SP meninjau kebun-kebun pertanian serta berdiskusi langsung dengan petani mengenai kondisi pertanian saat ini, baik mengenai hama penyakit yang menyerang tanaman, metode perawatan hingga potensi bisnis dari tanaman cabe yang dibudidayakan. Dengan curah hujan yang cukup tinggi saat ini petani harus lebih ekstra melakukan perawatan ujar Santo salah satu petenai dari Desa Muser, karena virus dan hama penyakit lebih banyak yang harus dikendalikan ujarnya. Diantara hama penyakit yang menyerang tanaman saat ini seperti, patek, Gemini virus, busuk buah dan lain sebagainya. Namun berbekal dari materi pelatihan sebelumnya sebagian besar petani sudah dapat melakukan pengendalian terhadap hama penyakit tersebut baik menggunakan metode alami maupun kimia.

Sebagian tanaman cabai yang dibudidayakan petani juga sudah masuk dalam akhir masa tanam dan sudah tidak menghasilkan, seperti lokasi kebun pa Suriansyah petani desa Biu yang sudah masuk dalam tahun ketiga. Dalam sesi diskusi bersama narasumber Suriansyah akan melakukan pengeolahan tanah dan penyemaian untuk tanaman selanjutnya dan masih memilih tanaman cabai yang akan dibudidayakan. Mulyanto memberikan arahan kepada petani dalam mempersiapkan lahan untuk tanaman selanjutnya, karena pengolahan lahan dasar dan penyemaian menjadi foktor utama dan terpenting saat melakukan budidaya ungkap mulyanto. Pupuk dasar yang tepat dan pengolahan tanah yang baik tentu akan berpengaruh pada tanaman dan produktivitas yang akan dihasilkan nanti. Hal ini tentu menjadi informasi penting bagi petani sebagai langkah awal dalam melakukan budidaya pertanian.
Bukan hanya suriansyah saja yang sedang mempersiapkan lahan pertaniannya, santo juga mempersiapkan lahan seluas setengah hektar untuk perluasan tanaman cabainya. Selain melakukan perawatan pada lahan cabai yang masih produktif beliau juga sedang mengolah lahan pertaniannya yang baru. Tanaman cabai memang berpotensi besar untuk diudidayakan makanya saya mau menambah lagi ungkap beliau. Dan pada tanaman kali ini petani akan melakukan penerapan yang maksimal sesuia arahan dan masukan dari narasumber hal ini dilakukan dengan harapan hasil yang akan didapat lebih maksimal dari tanaman cabai sebelumnya.
Program pendampingan ini mendapat tanggapan yang sangat positif dari petani, selain menambah wawasan dan pengetahuan, petani juga lebih matang dalam melakukan perencanaan dan strategi dalam menjalankan bisnis pertaniaanya. Semoga dengan adanya program pendampingan ini hasil budidaya pertain yang dihasilkan lebih maksimal dan berujung pada meningkatnya pendapatan petani dang menjadikan petani lebih sejehtera.
