Assessment kemandirian umkm YDBA atau penilaian ini berfungsi untuk menilai usaha berada ditahapan mana, pemula, madia, pramandiri atau sudah mandiri. Apa sih, fungsinya diadakan kegitan assessesmnt kemandirian umkm. Gunanya untuk memberikan umpan balik atau feedback terhadap para umkm untuk dijadikan dasar ketika memperbaiki dan membenarkan proses produksi umkm dan menbrikan evaluasi terhadap kariawan supaya kedapanya menjadi lebih baik dam kegitan usaha.
Pasti banyak umkm mitra LPB PDT yang bertanya soal hal ini, kita pastinya pernah merasakan ujian, Seperti ketika kita di masa sekolah atau kuliah ada yang namanya ujian. Nah, ujian ini adalah bisa dikatakan juga namanya assessment umkm. Mereka mendapatkan pertanyaan seputar Form Assessment, dari Pilar Produksi yang terdiri FOOD COST, QUALITY CONTRO, KESESUAIAN PRODUKSI DENGAN SOP, KETEPATAN PENGIRIMAN DAN KONDISI BARANG, SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH, 5R, PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN, KEMAMPUAN PENUHI PESANAN dan pilar-pilar assessment kemandirian lainya.
Tahun ini kita kembali melakuakan Assessment kemandirian, biasanya para umkm di datangi langsung ke dapur produksi umkm oleh auditor ydba yaitu bapak Guendo, tahun ini karena masih dimasa pendemi kegiatan assessment di lakukan online madia aplikasi zoom. Pada hari jumat tanggal 23 Juli 2021. Kegitan di rumah umkm Ny. Romi/ ibu Ni’matush Sholihah yang beralamat di Asrama Militer, Batu Kajang, Batu Sopang, Paser, Kalimantan Timur kegitan ini juga di hadiri oleh tim YDBA pusat dan yang mendampingi langsung dilapangan tim LPB PDT.
