Dalam menjalankan budidaya pertanian tentu banyak faktor penting guna menghasilkal produk pertanian yang maksimal, diantaranya yaitu lahan pertanian yang subur, proses persiapan lahan yang baik,cara pengolahan lahan dasar yang tepat, pemupukan tanaman hingga cara pengendalian hama penyakit yang menyerang tanaman. Para petani memang dituntut harus mengerti pola tanam yang baik dari berbagai sisi oleh karena itu petani juga harus memiliki kesadaran dalam peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam berbudidaya tanaman pertanian.
Dengan melihat tantangan saat ini Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka berupaya meningkatkan kualitas petani dengan memberikan program pelatihan “Hama Penyakit Tanaman” yang tentunya bertujuan untuk menambah wawasan petani mengenai cara pengendalian hama yang menyerang tanaman. Program pelatihan ini dilaksanakan di Desa Biu pada tanggal 3 Juli 2021 dengan melibatkan petani-petani yang berada di kecamatan Muara Samu, dengan mayoritas sedang membudidayakan tanaman cabe tiung.
Mulyanto, Sp selaku narasumber pada pelatihan kali ini yang juga merupakan Petugas Penyuluh Lapangan dari BPP Batu Sopang dalam sesi materinya menyampaikan tentang berbagai jenis hama penyakit yang sering menyerang tanaman cabe, diantaranya: Antraknosa (patek), Rebah Semai, Layu Fusarium, Layu Bakteri, Virus Kuning, Bercak Daun, Mosaik Ketimun, Bercak Bakteri, Kutu Daun, Thrips, Tungau dan Lalat Buah. Selain menyampaikan tentang jenis hama penyakit mulyanto juga menjelaskan tentang penyebab hama penyakit, sumber yang menyebabkan penyakit tanaman berkembang, cara penularannya serta pemicu perkembangannya. Pemateri juga menjelaskan mengenai cara penanggulangannya baik menggunakan pestisida kimia maupun pengendalian pestisida nabati.
Santo yang merupakan petani dari Desa Muser dalam sesi diskusi menceritakan kondisi tanaman cabenya yang sudah terserang hama penyakit dan sudah melakukan upaya pengendalian dengan pestesida kimia namun dirasa belum berhasil menjadi awal diskusi yang menarik bagi seluruh peserta. Mulyanto memberikan tanggapan atas keluh kesah petani tersebut dengan memberikan beberapa solusi perlakuan terhadap tanaman cabe, salah satunya dengan menggunakan pestisida nabati. Dengan pengaplikasian pestisida nabati selain dapat digunakan untuk mengendalikan hama penyakit tanaman, pestisida nabati juga jauh lebih aman digunakan oleh petani dari pada pestisida kimia, selain itu pestisida nabati juga lebih menghemat biaya petani untuk dalam aplikasi pengendalian hama penyakit tanaman.
Disesi kedua program pelatihan kali ini petani diajak serta melakukan praktek pembuatan pestisida nabati dengan bahan-bahan alami dan mudah didapatkan lingkungan disekitar. Bahan-bahan yang digunakan yaitu: daun mimba, daun sirsak, kunyit, bawang putih, tembakau, dan asam cuka. Dalam tahap awal tembakau direndam air panas untuk di ambil sarinya, selanjutnya seluruh bahan di rajang dan rebus hingga mendidih dan di ambil sarinya selanjutnya dicampur dengan tembakau, setelah air sudah dingin barulah dicampurkan dengan asam cuka. Dengan bahan yang mudah didapat dan murah serta proses pembuatan yang sederhana tentunya pestisida nabati ini dapat digunakan petani dan tidak bergantung pada pestisida kimia saja.
Terimakasih kepada semua pihak yang mensukseskan kegiatan pelatihan ini, terlebih kepada pemerintah Desa Biu yang sangat mendukung penuh program ini. Semoga dengan program ini pengetahuan dan kemampuan petani bertambah dan mampu meningkatkan produktifitas pertaniannya sehingga produk pertanian yang dihasilkan lebih maksimal.
