Pernah melihat daun karet yang menguning dengan permukaan daun yang bengkok dan bergelombang sehingga tampak abnormal?. Hal tersebut umumnya terjadi pada tanaman karet yang menunjukkan gejala kekurangan unsur hara mikro berupa unsur Zn. Zat hara baik bersifat mikro maupun makro memiliki peranan penting bagi pertumbuhan tanaman karet. Kekurangan salah satu hara akan menyebabkan tanaman mengalami gangguan pertumbuhan yang pada akhirnya berimbas pada penurunan produktifitasnya.

Pada jumat, 11 Juni 2021 LPB Pama Daya Taka menyelenggarakan pelatihan defisiensi unsur hara, yang diselenggarakan dengan menghadirkan Bapak Mulyanto, S.P., dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Batu Sopang selaku narasumber, dan diikuti oleh belasan UKM Mitra Binaan di bidang perkebunan karet. Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pemaparan materi sekaligus diskusi terkait defisiensi unsur hara dilanjutkan dengan sesi praktik. Peserta pelatihan aktif mengutarakan berbagai pertanyaan kepada narasumber seputar permasalahan yang kerap meraka temui dalam berbudidaya tanaman karet.
Dalam pelatihan ini peserta diajarkan mengenai cara untuk mengukur pH serta kelembapan tanah dengan menggunakan alat soil meter Analyzer, selain itu narasumber turut menjelaskan cara menginterpretasikan hasil pengukuran alat tersebut sehingga peserta mampu memahami dan membaca hasil pengukuran alat tersebut.

Pak Mulyanto menjelaskan untuk mensiasati tanaman karet yang kekurangan unsur hara dapat melalui pemupukan dengan dosis yang tepat. Namun penggunaan pupuk kimiawi anorganik terus menerus bukan hanya dapat mengikis kesuburan tanah namun juga berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, dalam pelatihan ini diajarkan cara membuat ramuan organik tanaman. Ramuan organik tanaman yang selanjutnya disebut ROTAN terbuat dari berbagai bahan-bahan alami, dari buah-buahan hingga sayur-mayur yang berfungsi sebagai Pupuk Organik Cair yang bisa di aplikasikan ke berbagai jenis perawatan tanaman. Pemanfaatan ROTAN secara berkelanjutan diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimiawi anorganik pada petani dan mulai beralih pada pupuk organik yang jauh lebih aman bagi lingkungan.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan memberi tambahan pengetahuan bagi petani mengenai gejala defisiensi unsur hara pada tanaman karet dan cara mengatasinya, serta menumbuhkan kesadaran para petani yang berbudidaya tanaman karet untuk meminimalisir penumpukan tanaman menggunakan pupuk kimia.
