Perkembangan teknologi telah mengubah fungsi kemasan produk. Pernah mendengar istilah “packaging protects what it sells?”, yang artinya “kemasan melindungi produk yang dijual”. Kini istilah itu telah bergeser menjadi “packaging sells what it protects” atau “kemasan menjual produk yang dilindungi”, sehingga diharapkan kemasan bukan hanya berfungsi sebagai pelindung bagi produk yang dipasarkan namun juga dapat sebagai media untuk memasarkan produk. Kemasan yang unik dan menarik akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi jika dibanding dengan produk serupa yang dikemas sekadarnya.

Oleh karena pentingnya untuk meningkatkan inovasi dari kemasan, dan juga sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelatihan branding dan packaging bagi UKM Kuliner yang telah terlaksana sebelumnya, pada Tanggal 10 Mei 2021 LPB Pama Daya Taka menyelenggarakan pendampingan branding dan packaging yang diikuti oleh 10 UKM kuliner mitra binaan LPB PDT. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dengan menghadirkan narasumber, Ryan Perdana selaku pemilik dari cashiela creative, usaha yang bergerak di bidang jasa percetakan dan desain kemasan. Meskipun pendampingan tidak bisa dilakukan secara tatap langsung, namun tidak mengurangi esensi dari pendampingan ini, karena masing – masing UKM diberikan kesempatan untuk dapat berdiskusi dengan narasumber terkait konten dan materi dari kemasan produk yang diinginkan UKM seperti bentuk kemasan, bahan kemasan, warna kemasan dan tentunya desain kemasan.

Setelah mengikuti kegiatan pendampingan branding dan packaging ini, banyak UKM yang merasa terbantu dan terbuka wawasan dan kesadaran UKM tentang arti penting dari sebuah kemasan dari produk yang mereka pasarkan. Selain itu, diharapkan juga UKM lebih update mengenai perkembangan trend desain kemasan sehingga kemasan produk UKM tetap sesuai dengan perkembangan zaman.
