Setiap pelaku usaha yang hendak memulai kegiatan bisnisnya tentunya harus memiliki sumber pengetahuan yang cukup mengenai bisnis yang nantinya akan dijalankan. Karena tidak sedikit pelaku usaha baru yang memulai bisnisnya tanpa pengetahuan dan keahlian yang baik berakhir pada bisnis yang tidak mampu bertahan dalam menghadapi tantangan dan mengalami kerugian. Lembaga pengembangan Bisnis Pama Daya Taka mengajak serta UKM dan masyarakat untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian diberbagai bidang bisnis agar bisnis yang nantinya dijalankan dapat bertahan dan terus berkembang.
Pada program kali ini Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka mengajak sembilan orang peserta untuk mengunjungi Cv. Anugrah Jaya Farm, sebuah lokasi peternakan besar yang berada di kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Cv. Anugrah Jaya Farm menjalankan bisnisnya di bidang ayam petelur, mulai dari pengolahan pakan, pembibitan, penyedia pullet, kandang produktif dan penjualan telur segar. Farouk Abdi merupakan Owner dari bisnis ini yang juga menjadi narasumber pada program kali ini.
Disesi awal diskusi ruangan bapa Farouk Abdi menjelaskan tentang latar belakang beliau memulai bisnisnya, hingga potensi bisnis ayam petelur yang sangat baik dan prospek untuk dijalankan. Potensi yang begitu besar inilah yang menyakinkan beliau untuk melaspakan jabatanya sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan fokus pada bisnis ini. Pa Abdi juga menjelaskan tentang rincian biaya yang diperlukan dalam memulai bisnis ayam petelur baik skala besar maupun kecil serta potensi keuntungan yang akan didapatkan. Disesi selanjutnya pa Umbu Yohanes Horison selaku dokter hewan menambahkan banyak informasi diantaranya standar pemberian pakan per ekor ayam, pemberian vaksin hingga cara peningkatan produktifitas ayam petelur.
Setelah peserta berdiskusi panjang hingga saling melempar pertanyaan pada sesi ruangan, selanjutnya seluruh peserta diajak berkeliling dilokasi peternakan. Peserta mengunjungi berbagai lokasi mulai dari lokasi penjemuran jagung yang menjadi bahan baku pembutan pakan, pabrik pembuatan pakan, kandang ayam DOC (Day Old Chicken)atau ayam yang baru menetas, kandang pullet, hingga ke lokasi kandang ayam produktif.

Kegiatan yang dilaksankan pada tanggal 16 Maret 2021 ini melibatkan sembilan peserta yang merupakan pelaku usaha dan tokoh masyarakat yang berasal dari kecamatan Batu Sopang dan Muara Samu. Salah satu peserta program Untung sadarsah yang merupakan kepala Desa Muser sangat tertarik dan memiliki keinginan yang begitu besar untuk menjalankan bisnis ayam petelur dan memulainya dalam sekala kecil terlebih dahulu ucap beliau. Berbeda dengan Marhadi yang saat ini sudah menjalankan bisnis ayam petelur dengan kapasitas 150 ekor dengan adanya Benchmark ini ia semakin mengerti dan mendapat pengetahuan baru tentang pengeloaan bisnis yang dijalankan hingga cara untuk menghasilkan profit yang maksimal. Semoga program ini dapat memberikan inspirasi buat seluruh peserta program dan menjadi potensi bisnis baru yang dapat dikembangkan.
