Menjadi pelaku usaha seperti UMKM dalam menjalankan bisnisnya bukan hanya berfokus pada menciptakan produk olahan yang berkualitas dan memberikan harga yang kompetitip, namun disisi lain juga harus memiliki strategi yang tepat untuk memasarkan setiap produk olahan yang dibuat. Dengan adanya strategi pemasaran yang baik tentu akan menarik daya beli konsumen, harapannya dengan adanya permitaan pasar dan peningkatan daya beli konsumen berdampak pada meningkatnya omzet atau pendapatan dari pelaku usaha.

Memasarkan produk olahan bagi pelaku usaha UKM mitra Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka (LPB-PDT) tentunya menjadi bagian yang penting dalam menjalankan kegiatan bisnis, sebagian besar UKM mitra memasarkan produk olahannya melalui media online seperti WA, Facebook dan Instagram, namun sebagian kecil lainnya menjemput konsumen dengan menjajakan produk olahannya secara berkeliling, dan sedikit sekali ukm yang memiliki gerai sebagai wadah untuk mendisplay produk olahanya. Berawal dari sebuah kondisi ukm tersebut tentu menjadi peluang tersendiri untuk mencari trobosan menarik guna menjawab tantangan tersebut. Menyediakan sebuah tempat yang dapat menjadi wadah bagi seluruh ukm untuk mendisplay, mempromosikan dan menjual produk olahannya dirasa menjadi terobosan yang menarik untuk menjawab kondisi diatas.
Berawal dari tujuan yang sama yaitu memperkenalkan dan mengembangkan produk olahan UKM serta sebagai sentra oleh-oleh didesa Batu Kajang maka dibuatkah sebuah galeri dengan nama “Mamere” (Maju Metto Rejeki). Galeri ini sebagai wadah untuk semua UKM mitra dan PKK dalam mempromosikan dan menjual produk olahannya. Galeri yang didirikan atas kerjasama Pemerintah Desa Batu Kajang dan PT. Pamapersada Nusantara Site Kideco, yang secara pengelolaannya diserahkan kepada UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) salah satu pokja dalam PKK, sedangkan peran serta Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka memberikan pendampingan bagi UP2K dalam pengelolaannya baik dari bidang promosi, management pengelolaan hingga proses pencatatan keuangan.
Semenjak galeri mamere resmi dibuka oleh Bupati Paser pada tanggal 16 Januari 2020 proses pemasaran dan distribusi produk UKM mitra LPB sebagian mengalami perubahan pola, yang dulunya UKM mitra melakukan promosi hanya melalui media online, dengan adanya galeri Mamere semua UKM bisa mendisplay produk olahannya. Tidak kurang dari 30 ukm terlibat didalamnya, mulai dari mendisplay produk olahan basah seperti jajanan pasar hingga produk kering yang mempunyai daya tahan yang lebih lama. Semua UKM mitra dan PKK desa difasilitasi untuk mendisplay produk olahannya di galeri Mamere. Tidak ada pembatasan untuk ukm yang ingin mendisplay produk olahannya selagi produk olahan sudah memiliki izin PIRT dari dinas kesehatan dan memiliki kemasan yang menarik.

Dengan memaksimalkan galeri Mamere sebagai pusat distribusi dan penjulan produk ukm tentunya memperluas jaringan pasar UKM mitra, sehingga permintaan atas produk olahan yang dibuat meningkat yang berdampak pada meningkatnya omzet UKM mitra. Sebagai pusat distribusi produk olahan pengelola Mamere juga mendistribusikan produk UKM keberbagai jaringan pasar seperti Koperasi Pamandiri dan Galeri Pama di Bandara Sepinggan Balikpapan. Harapan besar kami dengan adanya galeri ini dapat memperluas peluang pasar bagi UKM guna meningkatkan penjulan. Terimaksih kepada pihak-pihak yang mendukung berdirinya galeri mamere semoga menjadi harapan baru bagi kita semua,
