Sebagai salah satu komoditas perkebunan yang penting, pohon karet menjadi primadona bagi petani sebagai sumber pendapatan mereka. Namun sebagaimana tanaman pada umumnya, pasti ada penganggu atau penyakitnya. Kondisi nyata di lapangan pun menunjukkan, masih banyak petani yang belum mengenal apa saja penyakit yang dapat menyerang tanaman karet mereka serta cara penganggulangannya. Disamping itu kebanyakan petani hanya membiarkan tanaman karetnya saat terserang penyakit sehingga menyebabkan pohon karet lainnya ikut terserang dan berimbas pada menurunnya produktivitas hasil panen getah dari petani.

Pelatihan Pengendalian Penyakit Karet terselenggara di desa Legai, pada 13 November 2020 dan diikuti oleh petani karet sebanyak 19 orang yang kebanyakan mereka memiliki kebun karet. Pelatihan diisi materi berupa pengenalan berbagai penyakit yang dapat menyerang pohon karet seperti jamur akar putih, deteksi dini penyakit dengan melihat gejala serangan, serta penanggulangan penyakit pada tanaman karet tersebut.
Selain diisi dengan pemaparan materi, pelatihan dilanjutkan dengan meninjau langsung ke lapangan tepatnya ke kebun karet salah satu UKM, yaitu milik Pak Suhrani. Disini, petani bertanya dan berkonsultasi kepada narasumber mengenai penyakit yang menyerang salah satu pohon karet di perkebunan tersebut. Petani tampak antusias mendengarkan jawaban dari narasumber, selain itu petani juga melontarkan banyak pertanyaan seputar permasalahan yang pernah mereka alami di perkebunan karet. Pak dakun selaku narasumber juga memberikan beberapa solusi alternatif penanggulangan penyakit karet yang dapat diterapkan pada lahan perkebunan petani.

Salah satu keluhan petani adalah kesulitan mendapatkan pupuk disebabkan harga pupuk yang cukup mahal bagi petani. Padahal pupuk saat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan pohon karet. Mnyikapi kendala tersebut, petani diedukasi dan diajak untuk belajar membuat sendiri pupuk kompos dari tandan kosong sawit yang banyak terdapat di lingkungan sekitar, sehingga harapan kedepannya, solusi tersebut dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi petani.
Setelah dilakukan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan petani mengenai penyakit pada pohon karet serta penanganan penyakit tersebut secara efektif sehingga produktifitas tanaman karet dapat terjaga.
