PENDAMPINGAN MANAGEMENT PERTANIAN

Budidaya tanaman hortikultura merupakan aktivitas yang sudah lama dikerjakan oleh masyarakat desa Biu yang berada dikecamatan Muara Samu. Kebiasaan masyarakat bercocok tanam ini dilakukan dalam rangka mencukupi kebutuhan dan meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani. Kebiasaan berangkat kekebun dipagi hari dan pulang menjelang senja merupakan rutinitas harian yang mereka lakukan. Tentunya ini sebagai bukti nyata bahwasanya melakukan budidaya pertanian bukan suatu hal yang baru buat masyarakat Biu. Selain kebiasaan tersebut desa Biu juga memiliki lahan pertanian yang sangat subur. Dua hal inilah yang menjadi potensi untuk meningkatkan dan mengembangkan budidaya pertanian di desa Biu.

Dalam rangka menghasilkan produk pertanian yang maksimal dan berkelanjutan tentunya para petani juga harus didukung ilmu pengetahuan dalam berbudidaya. Semangat kerja yang tinggi dan tanah yang subur ditunjang dengen pengetahuan bertani tentu akan berdampak positif terhadap produktivitas pertanian yang maksimal.

Management budidaya pertanian merupakan salah satu pengetahuan yang harus dimiliki oleh petani. Management pertanian adalah bagaimana cara merencanakan suatu usahatani yang akan dilakukan, mengorganisasikan tenaga kerja yang dibutuhkan, memberikan pengarahan kepada tenaga kerja tentang apa yang harus dilakukan, mengkoordinasikan hal-hal apa saja yang menjadi tantangan dalam melakukan kegiatan pertanian tersebut serta mengawasi tenaga kerja dan produksi sehingga mencapai tujuan, dalam hal ini adalah mendapatkan laba ataupun profit bagi petani.

Sebagi bentuk peningkatan dan wawasan petani maka pada tanggal 12 November 2020 Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka (LPB PDT) melaksanakan program pendampingan management budidaya pertanian untuk petani yang berada di desa Biu. Pendampigan kali ini Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka mengajak serta pa Dakun sebagai narasumber, pa Dakun yang saat in menjabat sebgai ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kecamatan Batu Sopang dalam menyampaikan materinya sangat ringan dan mudah difahami oleh petani, hal ini terlihat dengan percakapan yang hangat dan saling tanya jawab.

Pada program pendampingan ini petani diajak berdiskusi diruangan dan dilahan petani. Salah satu lahan petani yang kita kunjungi yaitu lahan milik bapa mansyah. Dilahan pertanian tersebut pa Dakun selaku narasumber mengajak serta petani berdiskusi mengenai temuan dilahan pertanian cabe tersebut. Mulai dari pengolahan dasaran lahan. Jarak tanam ideal,
luas bedengan, hingga hama penyakit yang menyerang tanaman petani. Belum puas berdiskusi dilahan, diskusi kembali dilanjutkan kembali disalah satu rumah petani yaitu bapa Aswan, disana petani lebih dalam lagi mengenai pengendalian hama tanaman baik dengan kimia maupun alami, Delapan orang peserta pendampingan sangat antusias mengikuti program pendampingan kali ini. Pa Idul Adha salah satu peserta berharap program seperti ini bisa berkelanjuta, karena dengan adanya pertemuan dan diskusi seperti ini sangat bermanfaat untuk menemukan solusi yang dihadapi petani saat melakukan budidaya tanaman.

Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program pendampingan management pertanian kali ini, semoga materi-materi yang telah tersampaikan memberi manfaat bagi petani. Semangat selalu  para petani desa Biu  untuk pertanian yang terus maju dan berkembang.

By |2020-11-19T12:42:27+07:0019 November 2020|Tags: |

About the Author: