Setiap kegiatan bisnis yang dijalani tentunya memiliki kendala dan tantangannya
masing-masing, baik faktor internal maupun eksternal. Setiap bisnis juga dituntut untuk selalu berkembang mengikuti kemajuan jaman. Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka hadir guna mendampingi UKM menjawab tantangan tersebut. Dengan berbagai sektor bisnis yang didampingi, Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka (LPB-PDT) terus berupaya menjalankan program yang dibutuhkan oleh UKM mitra.
Salah satu program yang dijalankan LPB PDT kali ini yaitu “Pendampingan 5R Bengkel Roda Dua”. 5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya dengan benar. 5R atau yang sering juga di sebut 5S yaitu: 1. Ringkas/Seiri yang merupakan menyingkirkan barang yang tidak diperlukan diarea kerja. 2. Rapi/Seiton yaitu menyimpan barang ditempat yang tepat dengan tata letak yang benar. 3. Resik/ Seiso yaitu menjaga dan memastikan tempat kerja yang bersih dan rapi. 4. Rawat/Seiketsu yang merupakan standar untuk melaksanakan seiri-seiton-seiso yang seragam dan konsisten. 5. Rajin/shitsuke merupakan membudayakan 5R/4S yang pertama dengan baik dan benar sesuai aturan yang berlaku. Program ini baru kali pertamanya dijalankan, guna menjawab tantangan bahwa bengkel kecil/tidak remsi pun mampu menerapkan 5R sebagaimana yang diterapkan oleh
bengkel-bengkel resmi seperti Ahass atau bengkel resmi dari motor honda. Ada satu pemahaman yang beredar dimasyarakat bahwa” bengkel yang kotor dan lantai penuh dengan oli serta kunci-kunci yang berantakan merupakan bengkel yang ramai pelanggan sedangkan bengkel yang bersih dan rapi merupakan bengkel yang sepi pelanggan”, mindset inilah yang ingin kita rubah menjadi bengkel yang ramai dengan pelanggan juga dapat menerapkan 5R pada sehingga bengkel tetap bersih dan rapi. Tentunya ini memerlukan proses yang panjang dan tahapan tahapan yang harus kita jalankan dan lalui bersama.

Pelaksanaan program pendampingan kali ini Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka (LPB PDT) bekerja sama dengan Astra Motor Balikpapan guna memberikan program pendampingan secara maksimal untuk UKM mitra. Dalam diskusi dan koordinasi Astra Motor memberikan arahan untuk penerapan 5R dalam tahap awal pada bengkel-bengkel sepeda motor yang berada di desa Batu Kajang yang sudah menjadi mitra LPB yaitu : 1. Melakukan penataan area kerja mekanik atau area kerja luar. 2. Penyediaan tempat sampah guna memisahkan sampah organik, non organik dan B3. 3. Penyediaan oil Trap guna menampung limbah oli.
4. Bengkel-bengkel harus melakukan penataan area kerja dalam dan display produk. 5. Penetaan area tunggu konsumen guna memberikan kenyamanan bagi pelanggan yang menggunakan jasa service dibengkel tersebut. Arahan-arahan dari Astra Motor inilah yang menjadi acuan LPB PDT dalam melaksanakan program pendampingannya.
Pada program pendampingan kali ini diberikan kepada bengkel “Fatah Motor” yang dimiliki oleh Bapa Alfi Ramadhani, bengkel yang sudah melakukan kegiatan bisnisnya sejak tahun 2009 ini tidak pernah sepi pelanggan, tidak kurang dari 30 unit sepeda motor berbagai jenis dan merk yang menikmati jasa layanan service dibengkel tersebut. Dengan lokasi bengkel yang sangat setrategis dan didukung dengan 3 makanik handal tentu menjadi daya tarik bagi pelanggan.

Program pendampingan ini dilaksanakan sebanyak dua kali pendampingan atau dua Visit. Dengan pelaksaan pendampingan tahap satu tanggal 20 Agustus 2020 dan pendampingan kedua tanggal 10 November 2020, meskipun program pendampingan oleh Astra Motor Balikpapan secara Online /daring tentunya tidak mengurangi nilai dan maksimalnya program pendampingan kali ini. LPB PDT berbekal dengan arahan Astra Motor selalu berupaya mendorong dan mengajak serta bengkel mitra dapat menerapkan 5R sebagaimana arahan Astra Motor dalam melakukan penerapannya. Pendampingan 5R ini tentunya memberi dampak positif bagi peserta pendampingan yaitu bengkel Fatah Motor, timbulnya kesadaran owner untuk menerapkan saran dan masukan yang telah disampaikan, hal itu tampak terlihat jelas dengan adanya suatu perubahan diantaranya : 1. Area kerja mekanik sudah tertata dengan rapi dan ada pembagian tempat service sederhana bagi mekanik, 2. Fatah motor sudah menyediakan tempat sampah dengan tiga pembagian sampah organik, non organik dab B3, 3. Fatah motor juga sadar akan pentingnya tempat penampungan oli sementara dengan menyediakan penampungan oli sederhana guna mengurangi dan mencegah limbah oli larut kejalan umum.

Dalam diskusi bersama melalui media online pada tanggal 10 November 2020 Rusdianto
(Tech. Instruktur) Astra Motor Balikpapan memberikan beberapa arahan kepada Fatah Motor diantara, owner dan mekanik harus memiliki misi yang sama dalam melakukan penerapan 5R, mekanik merupakan Asset bagi bengkel yang harus selalu dijaga di ditingkatkan kemampuannya, Rusdianto juga menyarankan untuk bengkel fatah motor dapat melakukan pemisahan area kerja mekanik untuk servis ringan dan berat guna mengkatkan layanan terhadap pelanggan dan efesiensi kerja. Apresiasi positif juga disampaikan oleh Rama Pradiptakurniawan (YDBA) dan Hendra Kusuma (CSR Pama Site Kideco) kepada Alfi Ramadani yang sudah berpartisipasi aktif dalam mengikuti program pendampingan.

Rusdianto selaku narasumber pada program kali ini juga memberi kesempatan belajar untuk Fatah Motor dalam rangka meningkatkan kualitas SDM menambah pengetahuan dan keahlian serta update tehnologi untuk melakukan service sepeda motor honda sesuai setandar operasinal dari Astra Motor.
Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program pendampingan kali ini, semoga program ini memberi arti positif bagi pelaku usaha mitra LPB PDT, dan tentunya penerapan 5R pada bengkel akan berdampak pada efesiensi kerja meningkat dan meningkatkan keselamatan kerja serta mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
