Halo Sahabat Hebat!
Upaya LPB Pama Daya Taka untuk tetap dapat membantu UKM di tengah kondisi sulit seperti ini melalui Media Online. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim LPB PDT yang biasanya banyak di lapangan, sekarang berubah menjadi pekerjaan di balik laptop. Oleh karena itu, kita berusaha untuk terus improve agar activity LPB PDT tetap berjalan efektif dan memberi dampak nyata ke UKM.
Senin, 20 Juli 2020 kami mengadakan Pelatihan Pembukuan Online (Media Aplikasi Zoom Meettings) yang dihadiri oleh 32 UKM Kuliner yang masih tetap eksis berproduksi di masa pandemi Covid-19 ini. Dipandu langsung oleh Tim LPB PDT dengan Pemateri dari Finance and Accounting Section Head PT. Pamapersada Nusantara Distrik Kideco yaitu Bapak Zulfikar Suryo Legowo, acara pelatihan berlangsung lancar dan UKM juga berperan aktif selama pelatihan online.
Pelatihan ini membahas tentang pentingnya laporan pembukuan bagi UKM Kuliner untuk menunjang perkembangan Analisa usaha yang lebih baik lagi khususnya dibidang Kuliner. Materi yang disampaikan terdiri dari pengertian, tujuan, manfaat, tahapan-tahapan laporan keuangan.
Tiga jenis model laporan keuangan sederhana yaitu, 1. Neraca menjelaskan nilai asset, kewajiban, dan modal, 2. Laporan Laba Rugi menberikan informasi tentang aktifitas bisnis misalnnya penjualan, beban dan laba/rugi bersih, 3. Laporan Aruskan menjelaskan tentang jumlah penerimaan dan pengeluran kas usaha dalam satu periode serta sumber-sumbernya. Terlaksananya pelatihan ini diharapkan UKM dapat melakukan pencatatan keuangan usaha secara berkelanjutan.
Keungan pribadi vs usaha, pencatatan keungan usaha harus dipisahkan dengan keungan pribadi. Hal ini untuk menpermudah UKM Kuliner untuk menganalisa hasil usaha, apakah usaha yang dijalankan untung apa rugi.
“Mencampur keuangan pribadi dan usaha membuat anda tidak bisa memastikan apakah kekayaan anda bertambah karena usaha anda memang menguntungkan atau dari sumber pendapatan lainnya.” #HebatnyaUKM (Rendu Apriozani)
