Pandemi Covid-19 mempengaruhi dan mengubah banyak hal dalam aktivitas sehari-hari salah satunya Kegiatan Pelatihan dan Pembinaan yang seharusnya mempertemukan banyak orang untuk saling berdiskusi mengenai topik tertentu serta umumnya diadakan di ruangan maupun lapangan. Alternatif yang dapat digunakan untuk penyampaian materi secara online yaitu melalui wbinar dan live streaming.
Astra Agro Lestari mengadakan live streaming via Facebook dan Youtube pada hari sabtu tanggal 30 Mei 2020 yang dibuka untuk umum, materi yang disampaikan merupakan program pelatihan dan pembinaan untuk UKM Mitra perusahaan level 1 yang berjudul “Pengenalan dan Pengendalian Hama Tanaman Kelapa Sawit”, pemateri disampaikan oleh Bapak Dedy Sanji Prastiko yang merupakan Plant Protection Specialist di Astra Agro Lestari dan dimoderatori oleh Bapak Sigit Edi Pranata.
Hama merupakan organisme yang menggangu dan menyerang tanaman sehingga menimbulkan kerugian secara nilai ekonomis. Hama tanaman sawit yang dibahas pada webinar ini yaitu Ulat Api, Ulat Kantong, Tikus, Kumbang badak dan kumbang malam.
Hama Ulat
Hama ulat yang dijelaskan terdiri dari 2 janis yaitu ulat api dan ulat kantong. Keduanya sama-sama menyerang bagian daun tanaman akan tetapi memiliki perbedaan yaitu ulat api menyerang bagian daun kelapa sawit dengan ciri-ciri serangan daun seperti lidi (parah) tinggal tulang daunnya saja, sedangkan ulat kantong menggerek bagian permukaan daun kelapa sawit dan mengambil sari-sari klorofil sehingga penampakan daun seperti terbakar serta bewarna coklat. Cara pengendalian hama ulat yaitu: kutip ulat; penyemprotan menggunakan insektisida biologi (Bacteri thiringiensis) dan kimiawi (bahan aktif Lamda sihalotrin, Karbonsulfan dan Clorantraniliprol); injeksi batang menggunakan insektisida kimia (berbahan aktif Karbonsulfan, asetat) dosis 20ml/pokok; serta fooging dengan pulsfog dan agrofog yang menggunakan insektisida biologi (Bacteri thiringiensis) dan kimiawi (bahan aktif Lamda sihalotrin).
Tikus
Tikus menyerang dan mengerat tandan serta bunga. Tikus suka sekali menyerang buah cengkir sampai ke bagian inti buah. Pada buah optimal menyerang sampai lapisan mesocarp tetapi lebih banyak menyerang sawit TBM. Cara pengendalian hama tikus yaitu: Pembersihan areal sawit; pengendalian sistem kampanye; serta agens hayati yaitu burung hantu. Dari ketiga pengendalian ini, menggunakan agens hayati yaitu burung hantu sangat disarankan.
Kumbang Badak
Ciri-ciri serangan yaitu terdapat daun berbentuk seperti kipas pada pokok dan bersarang pada umbut serta ketiak daun kelapa sawit. Keberadaan hama ini sangat dipengaruhi dan mudah sekali terpancing bahan-bahan organik pada arean kebun oleh karena itu perlu dilakukan penanganan lebih lanjut apabila terdapat tumpukan tankos, pokok lapuk hingga adanya sampah rumah tangga. Cara pengendalian: pembersihan areal kebun dan hindari dari penumpukan bahan-bahan organik; kutip lundi; sex feromon, dilakukan untuk mengetahui saja populasi hama tetapi bukan pengendalian utama; serta penaburan insektisida pada titik tumbuh tanaman sawit
Kumbang Malam
Ciri-ciri serangannya yaitu terdapat gerekan daun pada bagian tengah daun. Kumbang malam menyerang tanaman pada malam hari menjelang magrib. Cara pengendalian kumbang malam hampir sana dengan pengendalian kumbang badak hanya saja untuk proses penyemprotan dilakukan dengan 2 cara yaitu penyemprotan secara sistemik dilakukan pada siang hari agar efek penyemprotan dapat dirasakan pada malam harinya, apabila sudah massif maka dilakukan penyemprotan racun kontak yang langsung ke hama pada malam hari
Diakhir sesi ini, pemateri juga menyampaikan bahwa untuk pengendalian hama di lapangan perlu koordinasi dengan analis yang berada di posko proteksi tanaman terdekat atau peyuluh perkebunan setempat dan kedepannya pihak perusahaan bisa memberikan bantuan agens hayati burung hantu untuk UKM mitra. Diharapkan juga dengan adanya program pelatihan dan pembinaan melalui webinar ini UKM Mitra dapat mengantongi ilmu dan informasi-informasi yang sangat dibutuhkan guna meningkatkan produksi kelapa sawit di areal kebun masing-masing dan menambah serta mengembangkan wawasan diri walau di tengah Pandemi Covid-19 ini.
