Menambah Wawasan dan Meningkatkan Pengetahuan Bertani Melalui Benchmark Pertanian

Istilah hortikultura sendiri asalnya dari bahasa latin yaitu dari kata Hortus artinya Kebun, dan kata Culture artinya Bercocok Tanam. Jadi secara umum holtikultira adalah segala kegiatan bercocok tanam seperti sayur-sayuan, buah-buahan, ataupun tanaman hias dimana lahan (kebun atau pekarangan rumah) sebagai tempatnya. Tanaman pada hortikultura berguna sebagai sumber daya untuk dikonsumsi, tapi ada juga untuk hal keindahan. Ilmu holtikultra berkaitan juga dengan ilmu budidaya tanaman, pemupukan, agronomi, kehutanan, ilmu cuaca, dan lain-lain. Biasanya hasil yang diperoleh dari budidaya secara hortikultura selalu upayakan lebih tinggi daripada cara budidaya tanaman lainnya, karena hortikultura menggunakan lahan atau area yang lebih luas untuk bercocok tanam. Saat ini tanaman hortikulturan menjadi tanaman budidaya di kebun dengan skala yang bersar, tapi bisa juga tanaman hortikultuta dibudidayakan diarea bersekala kecil misalnya di pekarangan rumah sehingga tanamannya dapat memberi manfaat secara langsung kepada yang membudidayakan.

Kecamatan Batu Sopang dan Muara Samu selain di anugrhi dengan kekayaan alam berupa batu bara, dua kecamatan yg merupakan ring satu dari PT.Pama ini juga memilki tanah yang subur dan sumber air yang cukup tentunya cocok dan berpotensi besar untuk berbudidaya tanaman hortikultura.

Untuk memkasimalkan sumber daya alam yang tersedia tentunya harus di dukung oleh sumber daya manusia yang memadai. Inilah yang melatar belakangi Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka mengajak serta UKM mitra Benchmark pertanian ke Desa 3A kab. Banjar  Kalimantan Selatan yang merupakan petani champion binaan LPB BAPRIDA.

Benchmark pertanian yang dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 maret 2020 LPB PDT Mengajak 6 petani mitranya, pa Aswan, pa Arsihan, pa Asran, pa Dahri, pa Idul Adha yang berasal dari Desa Biu dan pa Karim karang taruna dari Desa Sungai Terik. Petani-petani diajak mengunjungi lahan pertanian hortikultura kelompok tani yang di ketuai oleh pa Misrani atau yang lebih sering di sapa pa Imis. Para peserta di ajak langsung melihat lokasi perkebunan dan saling berbagi informasi mengenai cara berbudidaya tanaman.

Pada sesi awal petani di ajak bersiskusi dan saling tanya jawab oleh pa Aftur (PT. Panah Merah), beliau menjelaskan tentang berbudi daya tanaman yang baik. Mulai dari penyiapan lahan, perawatan, penanggulangan hama penyakit sampai dengan proses pemanenan. Beliau juga menyampaikan tiga poin penting sebelum berbudidaya tanaman, yang pertama pastikan nutrisi tersedia sebelum melakukan penaman dengan memberikan pupuk dasar yang tepat, yang kedua petani harus memastikan baluran tanaman bersih atau steril dari rumput tanaman liar dan dari jamur atau virus yang nanti akan menjadi sumber hama tanaman, dan yang ketiga petani harus memastikan PH tanah jangan sampai asam.

Sesi kedua petani di ajak keliling ke perkebunan, mulai dari lahan timun, cabe, tomat dan terong. Pa Aftur (PT. Panah Merah) menjelaskan dengan detail ketika di lokasi tanaman, mulai dari jarak tanam, potensi hama penggangu dan cara penanggulangannya, semua di kupas tuntas oleh beliau. Peserta benchmark dan petani desa 3A pun aktif bertanya mengenai kendala-kendala yang di hadapi saat melakukan budidaya tanaman.

Kami berharap dengan terlaksananya program benchmark pertanian ini, ukm mitra LPB PDT dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk berbudidaya tanaman hortikultura di daerahnya masing-masing. Tentunya dengan tanah yang subur, pengetahuan dan keahlian petani yang cukup akan menghasilkan produk pertanian yang maksimal. Yang berujung pada peningkatan pendapatan bagi petani dalam meningkatkan kesejahtraan.

Terimakasih kepada LPB Baprida. Pa Aftur dari PT Panah Merah, pa Misrani serta seluruh petani desa 3A kab. Bajnar yang telah memberikan sambutan hangat dengan nuansa kekeluargaan yang kental untuk sinergi program kali ini. Terimakasih telah banyak berbagi pengetahuan mengenai cara berbudidaya tanaman semoga bermanfaat buat kita semua.

By |2020-03-17T11:58:17+07:0017 Maret 2020|

About the Author: