Tanaman kelapa sawit atau dalam bahasa latin disebut Elaeis Guineensis merupakan tanaman penghasil minyak nabati yang paling effesien yang dihasilkan dari mesocarp dan karnel. Tanaman ini juga menjadi salahsatu komoditi yang di budidayakan kelompok tani susah senang Desa Legai dan saat ini sebagian besar tanaman kelapa sawit anggota kelompok sudah memasuki usia produktif.
Pada tanggal 15 Oktober 2019 Anggota kelompok tani “Susah Senang” mengikuti program pelatihan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka, pelatihan yang kedua ini mengambil tema tentang Agronomi Tanaman Kelapa Sawit dan pengenalan jenis gulma serta pengendaliannya.
Unang widiyanto dan Sigit Pranata dari Astra Agro Lestari dalam tema Agronomi Tanaman Kelapa sawit menjelaskan banyak hal kepada Anggota Kelompok Tani Susah Senang. Diantaranya mengenai manfaat dan kegunaan kelapa sawit, jenis/varietas kelapa sawit berdasarkan tebal tipisnya cangkang yaitu, dura, pisifera dan tenera, hingga teknik pembibitan sampai dengan pemanenan, semua di jelaskan secara detail dan rinci oleh para pemateri.
Selanjutnya pa Mario Ronald Dalughu menyampaikan materi tentang jenis gulma dan pengendaliannya. Dalam pemaparannya, anggota kelompok tani yang di ketuai oleh Pa Mail di jelaskan mengenai jenis-jenis gulma dan cara pengendaliannya. Gulma merupakan tumbuhan yang tidak diinginkan keberadaannya yang merugikan tanaman utama dan mengganggu pengelolaannya. Keberadaan gulma di sekitar perkebunan kelapa sawit harus secepanya di atasi, karena gulma akan mengakibatkan kerugian bagi tanaman di antaranya; persaingan air dan hara, persaingan cahaya dan iklim, mempersulit pengawasan hasil, dan mendorong timbulnya hama penyakit.

Tim dari Astra Agro Lestari selaku ahli dibidang perkebunan kelapa sawit juga dengan detail menjelaskan jenis gulma dan cara pemberantasannya, diantaranya: alang-alang pemberantasan menggunakan sulphosat dan glyphosat, rumput lapangan pemberantasan menggunakan sulphosat, glyphosat dan parakuat. Pada bagian ini para petani di jelaskan penggunaan herbisida yang tepat untuk setiap jenis gulma karena tidak ada satu jenis herbisida yang dapat mengendalikan semua jenis gulma secara efektif oleh karena itu para petani harus jeli dalam pengendaliannya. Pemateri juga menjelaskan pada anggota kelompok tani yang berdiri di tahun 2013 itu agar tepat dalam penggunaan dosis herbisida yang di gunakan.
Dalam akhir sesi ruangan bapa Sigit Pranata menyampaikan 5 faktor yang mempengaruhi hasil produksi perkebunan kelapa sawit yang wajib di ketahui oleh petani yaitu; Bibit, Tanah, Iklim, Perawatan, Cara Panen. Lima factor ini harus benar-benar di perhatikan oleh petani dalam setiap poinnya. Program pelatihan yang diikuti oleh 28 peserta ini tidak hanya penyampaian materi ruangan para petani juga diajak langsung ke perkebunan kelapa sawit kelompok tani, disana tim AAL juga menunjukan langsung jenis gulma yang sebelumnya di jelaskan dalam materi ruangan. Para petani juga berdiskusi langsung mengenai cara pemeliharaan, pemupukan hingga cara pemanenan yang benar yang tentunya berujung pada peningkatan produktifitas perkebunan kelapa sawit kelompok tani susah senang.
Semoga pelatihan-pelatihan yang sudah di ikuti oleh para petani dapat memberikan manfaat serta menambah pengetahuan petani untuk jenis tanaman kelapa sawit. Harapannya petani yang dulunya berbudidaya kelapa sawit dengan cara “seadanya” setelah mengikuti program pelatihan secara rutin dapat lebih maksimal dengan cara-cara yang tepat dan benar dalam pengeloaan perkebunan kelapa sawit . /Rusdi Asri

