Tahun 2018 tepatnya bulan juli yang lalu, LPB PDT (Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka) mengadakan Pelatihan Okulasi, Perawatan Kebun Karet dan Entres ditujukan kepada UKM Karet Mitra LPB PDT Khusunya (Kelompok Tani MAsyarakat Mandiri) yang berlokasi di Desa Legai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Untuk mendapatkan bibit yang unggul dan tidak mengecwakan petani harus mengenal cara okulasi dan entres. Okulasi adalah salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan cara menempelkan sepotong kulit pohon yg bermata tunas dari batang atas pada suatu irisan dari kulit pohon lain dari batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman yang baru.
Sedangkan kebun entres disebut juga dengan kebun kayu okulasi. Kebun entres merupakan kebun penghasil mata tunas yang akan digunakan sebagai batang atas dalam perbanyakan (bibit unggul) tanaman karet secara okulasi. Di kebun entres ditanam klon-klon unggul karet (klon PB 260 dan IRR 112).

Tahun ini Pendampingan Perwatan Kebun Entres di laksanakan sabtu, 13 juli 2019 Desa Legai, Kec. Batu Sopang, Paser, Kalimantan Timur. Antusiasme dari para peserta sangat terlihat di sini, ditambah lagi dengan kedatangan pemateri dari Petani Mandiri LPB Banua Prima Persada (LPB Baprida) Bapak Imisrani sudah berpengalaman di bidang budidaya karet dan penakaran bibit unggul karet. Ilmu yang beliau sampaikan sangat mengena langsung kepetani. Setelah pendampingan ini diharapkan dapat memciptakan bibit unggul.
Ujar beliau kemurnian klon di kebun entres perlu selalu dipertahankan. Ada kemungkinan tumbuh tunas liar dari batang bawah pada awal tanam atau tercampurnya bahan tanam yang digunakan untuk kebun entres dengan klon lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemurnian klon. Pemurnian klon yang pertama adalah pada saat tanaman memiliki 4-5 payung daun (umur 8-10 bulan) dan selanjutnya setiap dua tahun.
Adapun pemeliharaan tanaman di kebun entres meliputi penyiangan, pemangkasan, pemupukan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit. Penyiangan terhadap gulma/rumput terutama pada enam bulan pertama setelah tanam dilakukan secara manual menggunakan cangkul. Setelah 6 bulan tanam atau pada saat batang sudah berwarna coklat, penyiangan secara khemis (kimia) dengan rotasi 3 bulan sekali dapat dilakukan, tetapi harus hati-hati karena dapat merusak pohon entres jika kontak langsung dengan herbisida.
Tunas yang tumbuh pada batang entres harus segera dibuang saat masih muda dengan rotasi dua minggu sekali. Untuk memperoleh pertumbuhan entres yang baik, perlu dilakukan pemupukan yang teratur. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan Urea, TSP, KCI, dan Kieserit. Pemupukan dilakukan dengan cara menabur pupuk di antara barisan tanaman secara merata. Pada saat pemupukan, keadaan tanah lembab dan bebas gulma. Penyakit yang umum dijumpai di kebun entres hampir sama dengan penyakit yang umum menyerang tanaman di pembibitan. Cara pengendalian dan pemberantasannya sama dengan pengendalian penyakit di pembibitan lapangan.
Untuk itu perlunya peran penting seluruh angota kelompok untuk menjaga dan merawat kebun entres dengan menpertahika langkah-langkah di atas. Semoga dengan adanya pembibitang karet unggul di kelopok, anggota tidak kesulitan lagi mencari bibit unggul dan benar-benar menghasilkan karet. Semnagat untuk perubahan (Rendu Apriozani).

