Membuka wawasan dan pengetahuan adalah sebuah keharusan bagi pelaku usaha, guna melihat potensi usaha yang dapat dikembangkan. Seiring perkembangannya di setiap daerah tentunya masih banyak peluang-peluang untuk melakukan kegiatan bisnis baru. Melakukan kunjungan ke daerah lain adalah salah satu cara untuk mendapatkan sebuah inspirasi baru dalam melakukan kegiatan usaha.
Dalam program kali ini Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka ajak 3 mitra yaitu Aswan, Ardiansyah dan Dariyanto untuk mengunjungi peternakan ayam petelur di Kalimantan Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 10 dan 11 juli tersebut bertujuan untuk membuka wawasan dan menambah inspirasi para Mitra LPB guna melihat peluang usaha ataua bisnis yang dapat di kembangkan di kabupaten Paser yang tentunya berdampkak pada peningkatan ekonomi.
Pada hari pertama kita di sambut hangat oleh Koordinator LPB Baprida Bapak Djoko Handono Warih, dengan penuh semangat di hari itu kita langsung di ajak berkunjung kekandang peternakan ayam petelur dengan kapasitas 1600 ekor. Tentu saja itu menjadi pemandangan baru bagi UKM Mitra LPB PDT yang belum mengenal tentang peternakan ayam petelur. Ada diskusi panjang disana membahas tentang, cara pembuatan kandang, cara perawatan ayam petelur hingga cara pemasaran, seolah diskusi itu sebagai pemanasan awal di kegiatan benchmark kali ini.

Kegiatan dilanjutkan keesokan harinya, dengan mengunjungi PT. Sierad Produce TBK. Yang berada di Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut yaitu sebuah perusahan peternakan ayam petelur yang didirikan tahun 2010. Senyum hangat penuh keakraban menyambut kedatangan kami, kebanggaan luar biasa kami bisa bertemu langsung dengan bapa Masgi Winarko (Farm Head) dan ibu Redha (Head Of Sales). Diperusahaan seluas 34,1 H dengan luas bangunan 6,8 H kami banyak belajar, disana kami diajak melihat berbagai aktivitas peternakan ayam petelur dengan sekala besar tersebut. Pa Masgi dengan ramahnya mendampingi kami melihat aktivitas perusahaan, mulai dari melihat gudang pakan yang luas dengan kapasitas penyimpanan 500 Ton, selanjutnya kami diajak melihat kandang pullet dengan kapasitas 117000 ekor, kandang produksi dan gudang penyimpanan telur pun tak terlewatkan pada kunjungan kali ini dengan jumlah produksi 10-12 ton perhari, hingga mengunjungi lokasi pembuatan tray dengan jumlah produksi 15000 lembar perhari. Tak terasa 6 jam kami berada disana untuk belajar dan membuka wawasan bisnis peternakan ayam petelur.
Kegiatan kami dilanjutkan dengan mengunjungi kandang peternakan di Desa 3A milik pa Misrani salah satu mitra LPB Baprida kandang dengan kapasitas 600 ekor menjadi titik terakhir kunjungan kami.
Banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang kami dapatkan dari Benchmark ini, khususnya di bidang peternakan ayam petelur. Kami berharap mitra LPB yang telah mengikuti program ini dapat mengembangkan usaha bisnisnya dibidang peternakan ayam petelur di kabupaten Paser karena melihat potensi bisnis ini masih memiliki peluang pasar yang sangat besar.
Salah seorang peserta benchmark mengungkapkan,”saya sangat tertarik dengan bisnis ini dan saya akan coba dengan 200 ekor ayam dulu, yang hasil telurnya nanti bisa saya jual di masyrakat sekitar”, ucap Aswan. Kita doakan saja semoga impian itu bisa cepat terwujud.
Kami berterimakasih pada semua pihak khususnya PT.Sierad Produce dan Lembaga Pengembangan Bisnis Banua Prima Persada (LPB Baprida) yang telah berbagi pengetahuan tentang berbudidaya ayam petelur dan sangat menginspirasi bagi kami. (Rusdi Asri)
