Mengenal Komposisi Bioflok Bersama POKDAKAN Petak Raya

Pada agenda pendampingan kelompok budidaya ikan ( POKDAKAN ) petak raya, yang dilaksanakan secara bertahap. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2019 di lokasi kolam bioflok di desa Biu. Pada pertemuan pertama ini, disepakati bahwa metode yang akan digunakan adalah metode dari Bu Aisyah selaku tenaga ahli perikanan dari Grogot. Perlakuan yang diterapkan di hari pertama ini adalah pengisian air kolam setinggi 75 centimeter dai dasar tengah kolam. Setelah pengisian kolam selesai dilanjutkan pemberian garam grosok sejumlah 5 kilogram, untuk garam ini harus dilarutkan terlebih dulu dengan air di dalam ember sebanyak 5 liter. Kemudian kolam didiamkan selama 24 jam.

Pada hari kedua, perlakuan yang dilakukan adalah memasukan Molase ( Air tetes tebu ). Untuk molase ini sendiri jika air tetes tebu susah untuk diperoleh, bias diganti dengan Air Nira atau Aren. Komposisi Molase yang dimasukan ke dalam kolam adalah sebanyak 250 gram dicampur dengan air 5 liter, kemudian ditebar secara merata. Kemudian memasukan Bakteri sebanyak 30 mili liter ke dalam kolam, bakteri yang digunakan adalah bakteri dari produk Bluegreen Biotech. Untuk bakteri sendiri banyak sekali jenisnya, untuk bioflok sendiri bakteri yang digunakan sangat banyak jenisnya. Setelah bakteri ditebar, kolam didiamkan 24 jam. Proses pada hari ketiga yaitu memasukan larutan Dolomit ( Kapur Pertanian ). Untuk takaran dolomit yang diperlukan yaitu sejumlah 250 gram di larutkan kedalam 5 liter air kemudian ditebar secara merata ke dalam kolam. Kemudian melarutkan Dedak ( limbah gilingan padi ) kedalam air 5 liter. Untuk pelarutan dedak kedalam air, dilakukan dengan cara memasukan serbuk dedak ke dalam kain berongga kemudian diperas atau hanya diambil sari dari dedak, hamper menyerupai proses memeras santan kelapa. Kemudian melarutkan Ragi Tape kedalam air 1 liter dan di tebar ke kolam secara merata. Kemudian kolam didiamkan selama 7 hari kedepan.

Kolam bioflok akan dicek setiap harinya untuk mengetahui perkembangan flok yang sudah terbentuk di dalam kolam, flok ini nantinya berfungsi sebagai makanan alami ikan lele disamping makanan yang diberikan oleh petani. Dari segi ekonomi, kolam bioflok lebih irit pakan dan air dibandingkan dengan kolam konvensional ( kolam tanah ). Pendampingan ini juga diharapkan menambah pengetahuan dan sebagai media diskusi antara petani, tenaga ahli perikanan, dan tim LPB Pama Daya Taka terkait kolam Bioflok. Kami berharap kolam bioflok pokdakan petak raya bias berjalan dengan lancer dan sesuai dengan harapan.

By |2019-04-02T08:16:52+07:002 April 2019|

About the Author: