Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencarian sebagai petani. Keadaan lingkungan di indonesia yang baik untuk bercocok tanam, akan menguntungkan petani indonesia untuk adapat menghasilkan produk-produk pertanian yang sangat dibutuhkan untuk kebutuahan sehari-hari.
Belakangan ini petani Hortikultura mira LPB pama daya taka (LPB PDT), mengalami kesuitan menghadapi hama tanaman yang menyerang tanaman sayuran petani. Seperti jamur, patek, busuk buah, batang daun dll Yang menyebabkan petani mengalami kerugian akibat gagal penen. Untuk itu kami tim LPB PDT mengadakan pelatihan pengolahaan hama tanaman (PHT) ke balai penelitian tanaman sayuran (BALITSA), Lembang Bandung, tanggal 2-3 Mei 2017 dengan jumlah peserta 9 petani hortikultura dari dua kecamatan Muara Samu.
Dihari pertama, Selasa 2 mei 2017 pembukaan acara pengenalan teknologi dan VUB balitsa kepada peserta pelatihan. Kalau berbicara tentang tanaman sayuran apapun pasti balitsa menjadi patokan untuk menjadi standar di indonesia.
Yang menjadi rujukan untuk penelitian PHT, pera peserta langsung di sugukan dengan pengenalan Pengolahan Hama Terpadu pada tanaman sayuran yang di isi oleh ahlinya langsung R.R. Rini Murtianingsih, SP., MP., PH.D beliau menjelaskan kepada peserta organisme pengganggu tanaman/ tumbuhan. Hama tanaman itu bisa terlihat fisik, sedangkan penyakit tanaman itu tidak bisa terliah oleh mata telanjang/ tidak tampak.
Untuk materi Teknik Aplikasi Pestisida di isi oleh Abdi Hudayya, SP, peserta di sajikan cara penyemprotan Pestisida yang tepat. Antara lain tepat sasaran, tepat mutu, tepat jenis, tepat dosis/ konsentrasi formulasi dan tepat cara penggunaan. Pembuatan larutan semprot untuk pompa gendong, itu harus dilakukan terpisah.
Seterusnya ada Pengenalan Penyakit Berdasarkan Konsepsi PHT Ineu Sulastrini, SP pengendalian (OPT) Organisme Pengganggu Tanaman dengan konsepsi PHT (hama, penyakit, gulma) . Ekosistem disuatu tempat/ daerah itu berbeda-beda dipengaruhi oleh cuaca. Untuk itu ada namanya segitiga penyakit (tanaman, cuaca, bakteri) penyakit sangat tergantung pada lingkungan.
Jika lingkungan kita besih, terbebas dari penyakit begitu juga sebaliknya ayo kita bisakan menjaga lingkungan.
Dihari kedua, Rabu 3 Mei 2017 itu peserta pelatihan lebih banyak berkunjung kelapangan di kebun Balitsa oleh instruktur sekaligus kepala kebun Asep Permana, Amd beliau menunjukan tempat-tempat muali dari penyemaian, pembibitan sampai tanaman yang siap panen.
Pratek identifikasi lapangan instruktur Tati Rubiati, BSc dan Popon S.p. langsung melihat tanaman yang diserang hama, penyakit jamur dan melihat tanaman yang terlindung dari penyakit. Cara mengenal tanaman/ hewan yang jadi teman petani dan musuh petani. Untuk menbedakan hal tersebut peserta langsung melihat dilapangan.
Kebanyakan petani itu tidak bisa menbedakan, langsung menbasmi semua hewan dan tumbuhan yang tumbuh disekitar tanaman sayuran.
