Kegiatan coaching clinic dimulai pada 10.00 WITA dan diawali dengan sambutan dari fasilitator LPB Pama Daya Taka, Yerico Ignatius, dan dilanjutkan sambutan dari bapak Taharudin sebagai perwakilan dari dinas peternakan. Pada sambutannya beliau berkata bahwa kegiatan ini merupakan sebuah kesempatan yang baik bagi para anggota kelompok tani penerima bantuan sapi. Dengan diadakannya coaching clinic ini secara sederhana dapat memberikan informasi terkait bagaimana penanganan sapi baik terhadap penyakitnya maupun pemberian pakan.

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari drh. Al Habib. Beliau memberikan materi seputar pemeliharaan sapi, baik sapi bali ataupun brahman. Penjelasan dimulai mengenai gambaran umum pemeliharaan sapi, seperti karakteristik fisik, ciri-ciri sapi sehat, pemeliharaan kandang, pemberian pakan, ciri-ciri penyakit yang sering ditemui, dan penanganan terhadap penyakit tersebut. Diharapkan setelah mendapatkan sedikit pengetahuan dan teori pada pemeliharaan sapi, kedepannya para petani dapat menanggulangi permasalahan yang muncul. Teori ini juga merupakan penghantar untuk pelatihan praktik lapangan nantinya.
Setelah penjelasan mengenai teknik pemeliharaan sapi, dilanjutkan pemberian materi mengenai pakan ternak. Beliau menjelaskan makanan apa saja yang bagus diberikan terhadap ternak sapi, seperti jenis tumbuhan hijau maupun pakan lain seperti dedak, jagung, dan jerami. Selain itu juga dijelaskan mengenai presentase pemberian pakan sapi jika dilihat dari berat badannya, yaitu 10 % dari berat badan, dan pemberian konsentrat, yaitu 1 % dari berat badan. Kelompok tani susah senang dianjurkan untuk memiliki kebun HMT (Hijauan Makanan Ternak) yang ditanami oleh rumput sehingga kelompok memiliki aset tersendiri terhadap pengadaan pakan sapi.
Selanjutnya juga diberikan sedikit materi tambahan terkait dinamika kelompok oleh Anna Nursanjasayari, S.Pt. Materi yang diberikan bertujuan untuk memperkuat hubungan antar anggota petani. Di sini juga dijelaskan untuk membuat susunan kepengurusan baru terkait pemeliharaan bantuan sapi ini. Diharapkan dengan dibentuknya susunan kepengurusan baru tersebut dapat mengaktifkan anggota kelompok tani susah senang lainnya yang belum terlibat aktif.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan, yaitu di paddock sapi kelompok tani Susah Senang. Pada praktik lapangan ini drh. Al Habib menjelaskan obat-obat yang dibawa yang berdasarkan keluhan-keluhan penyakit dari kelompok tani Susah Senang. Setelah menjelaskan obat-obatnya, beliau mempraktikan bagaimana injeksi vitamin penggemukan dan obat cacing mata terhadap sapi. Sebelumnya telah dipilih beberapa orang dari kelompok tani Susah Senang dan satu orang dari kelompok Pandawa untuk menjadi kader. Kedua fasilitator dari LPB Pama Daya Taka pun dijadikan kader. Kader-kader tersebut kemudian diberikan pelatihan bagaimana menginjeksikan obat. Dinas peternakan pun meninggalkan obat-obat untuk menangani penyakit yang sering ditemui pada sapi sebagai aset kelompok.
