Rencana besar untuk memajukan dan mengembangkan pertanian di Kec. Batu Sopang dan Muara Samu, Kab. Paser terus menjadi perhatian penuh CSR PT. Pamapersada Nusantara Distrik Kideco melalui LPB Pama Daya Taka (LPB PDT) dengan berbagai program unggulannya. Salah satunya yaitu dengan melaksanakan Studi Banding Hortikultura ke LPB Banua Prima Persada (LPB BAPRIDA) yang telah membina banyak petani hortikultura champion di Kab. Tapin dan Kab. Banjar, Kalimantan Selatan.

Melalui studi banding ini, banyak hal yang dapat komparasikan antar petani hortikultura di Kab. Paser, Kaltim dengan petani di Kalimantan Selatan. “Kondisi alam secara umum, antara Kaltim dan Kalsel tidak jauh berbeda. Maka dari itu, menurut kami tepat lah apabila tujuan studi banding ini ke Kalimantan Selatan,” ujar Abdul Rochim, salah satu peserta studi banding yang juga Ketua Kelompok Gotong Royong Pandawa.
Dilaksanakan pada Rabu, 6 Mei 2015, Studi Banding ini memboyong 9 peserta diantaranya; Abdul Rochim, Dakun Setiawan, Khoirul, Slamet BS., Sukirmanto, Jumsahyudin, Isur, Mansah, dan Sugiyono.
Kegiatan pertama diawali dengan materi Mentalitas Dasar dan Kewirausahaan oleh Koordinator LPB BAPRIDA, Joko Handono Warih. Dari materi ini, diharapkan petani dapat lebih sadar akan modal utama dalam berkecimpung di dunia usaha yaitu kerja keras dan kemauan yang kuat. Kunjungan komparasi dilanjutkan di kebun tomat, cabai teropong, & bawang merah milik Pak Sukarlis di Kab. Tapin, Kalsel.

Kunjungan terakhir yaitu di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Patra Mandiri yang berada di Kab. Banjar, Kalsel yang diketuai oleh Agus Kusworo. Di P4S Patra Mandiri selain komparasi mengenai penguatan keorganisasian kelompok tani, peserta juga mengunjungi instalasi terpadu biogas yang menjadi salah satu program unggulan Patra Mandiri.
Manfaat yang didapatkanoleh peserta studi banding yaitu peserta dapat mengetahui dan mempraktekkan teknik pertanian penggunaan mulsa tunggal di tengah gulutan, obat pertanian yang sesuai dengan penyakit dan hama tanaman, serta penguatan keorganisasian kelompok tani. (AP)
