Pelatihan Manajemen Usaha Tani (MUTan) oleh Abah Ibin

Pelatihan Manajemen Usaha Tani yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swada (P4S) Kel. Tani Taruna Mekar, Cipanas, Jawa Barat oleh Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Daya Taka (LPB PDT) bersama CSR PT. PAMAPERSADA NUSANTARA Distrik Kideco bekerjasama dengan Abah Endang Ibin yang merupakan petani nasional yang sudah cukup dikenal. Abah Endang Ibin atau biasa disebut Abah Ibin adalah petani nasional yang karirnya sudah cukup diketahui hingga tingkat kementrian, bahkan hingga Jepang. Dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 7 hingga 11 November 2014, membawa sebanyak lima petani andalan LPB PDT, diantaranya Abdul Rochim (Ds. Sungai Terik), Ahmad Khoirul (Ds. Sungai Terik), Slamet Budi Santoso (Ds. Sungai Terik), Dakun Setiawan (Ds. Samurangau), dan Sukirmanto (Ds. Samurangau).

DSC_1593 - Copy

Pembukaan secara resmi didahului dengan sambutan dari Addico Porsiana selaku koodinator LPB PDT, selanjutnya disambung dengan sambutan dari Pak Zulkifli Effendi selaku perwakilan dari PT. PAMAPERSADA NUSANTARA Distrik Kideco. Dalam sambutannya, Pak Zulkifli memberikan motivasi untuk petani mengenai pelatihan ini harapannya dapat menjadi bekal dalam preses jangka panjang, pada intinya PAMA memberikan suport untuk kegiatan petani jangka panjang dimana PAMA memberikan suport melalui LPB PDT yang merupakan perpanjangan tangan dari PT. PAMA.

Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dari H. Endang Ibin, dalam sambutannya beliau memberikan selayang pandang mengenai P4S Cipanas, Jabar. Peserta diberikan gambaran mengenai apasaja yang bisa peserta dapatkan dari P4S Cipanas, termasuk fasilitas, tenaga ahli, materi, serta sejumlah informasi yang tentu masih bisa peserta dapatkan meskipun peserta telah selesai pelatihan.

Fasilitas yang dimiliki P4SCipanas berupa ruang kantor utama, aula, penginapan, asrama magang, fasilitas kebun hortikultura, kolam ikan , kandang ternak,perkebunan teh, dll. Beliau pun menyampaikan berbagai jenis tanaman yang ditanam, distribusi hasil panen, cara beliau bermitra, lahan yang di ubah menjadi lahan subur dengan treatment yang diberikan. Selain itu beliau juga memberikan motivasi kepada para peserta bawasannya petani harus memiliki visi “BISA” dan misi melakukan apapun untuk menjadi bisa. Petani diharapkan untuk menjadi petani yang mekar (berkembang), ada tiga hal yang harus menjadi acuan dalam bertani, yaitu 3K (kontinyu, kualitas, dan kuantitas). Tentunya melakukan 3K juga harus diimbangi dengan sikap disiplin, diantaranya disiplin diri, disiplin waktu dan semua akan berhasil, beliau memberikan perumpamaan “jika satu ikat sapu lidi disatukan maka pasti bisa menyapukan sampah yang ada” dalam hal ini petani juga harus memiliki jiwa sosial, harus mau dan berani mencoba, karena itu lah tantangan bekerja. Demikian lah kata- kata penutup dari abah Ibin untuk para petani.

Hari pertama pelatihan, materi yang disampaikan adalah pemasaran. Abah Ibin memberikan materi bagaimana memaksimalkan semua media informasi yang ada sebagai alat untuk pemasaran, seperti telepon genggam, internet, dan juga bisa pertemuan langsung dengan pasar. Selain untuk pemasaran, fasilitas media komunikasi juga dapat dipergunakan untuk mendapatkan informasi mengenai pertanian, baik komoditas apa saja yang sedang ditanam oleh petani lainnya, ataupun informasi mengenai sarana produksi tani (saprodi). Beliau juga memberikan informasi mengenai cara mengkaji pasar yaitu siap terima hasil panen dalam jumlah, kualitas, waktu pembayaran, bentuk barang (besar kecilnya berat), dan jeda tanam.

Materi selanjutnya adalah penjelasan cara pencegahan tanaman dari penyakit, adapun obat-obatan yang dipakai adalah Agrep, Akarisida, fungisida, insektisida, dan pestisida. Untuk dosisnya petani diminta untuk membaca label bungkus obat-obatan pertanian agar hasilnya bagus. Setelah materi selesai disajikan dan timbul beberapa pertanyaan dari peserta mengenai waktu yang pas untuk pemupukan, benih yang bagus, ketinggian bedengan, dll. Abah Ibin mulai menjawab satu persatu pertanyaan dari para peserta. Pada pukul 19.00 WIB setelah makan malam, masuk sesi diskusi malam bersama Abah Ibin. Sesi ini dipergunakan para peserta untuk mencurahkan permasalahan yang mereka hadapi dan banyak sekali harapan meraka yang disampaikan kepada Abah Ibin. Dalam penjelasannya beliau menekankan agar petani menjadi petani yang mandiri tanpa mengharap bantuan dari siapapun. Sesi malam berakhir pukul 23.00 WIB.

Keesokan harinya atau hari kedua pelatihan, Sabtu, 8 November 2014 peserta memulai kegiatan dari jam 04.00 WIB, kegiatan diawali dengan olah raga pagi, setelah olah raga selesai peserta diberi waktu untuk mandi dan makan pagi, pada pukul 08.00 WIB peserta kembali berkumpul ke Aula untuk mendapat materi mengenai pupuk, materi ini dibawakan oleh Abah Ibin, beliau menjelaskan Urea digunakan ketika musim hujan, SP36 untuk menguatkan tanaman, KCL supaya buah atau bunga tidak mudah rontok.

Pengaturan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) dan cara pemakaiannya ada disetiap kemasan, waktu yang tepat untuk penyemprotan yang baik adalah secara vertikal dan jangan terlalu dekat jaraknya sekitar 10 cm dari tanaman. Penyemprotan pada musim hujan gunakan perekat dan penembus agar tidak lepas dari tanaman.

Dalam penjelasannya Abah ibin juga memberikan tugas kepada LPB PDT dan juga PAMA untuk menciptakan tenaga ahli budidaya, tenaga ahli pengendalian hama atau penyakit, dan tenaga ahli panen dan pasca panen dimana tenaga ahli tersebut bisa dari karyawan atau juga bisa dari petani binaan. Karena dengan adanya tenaga ahli maka akan diikuti pertanian yang bagus.

DSC_1576 - Copy

Hari ke tiga pelatihan, Minggu, 9 November 2014 yaitu praktek pemasangan turus atau kayu penampang tanaman untuk tomat. Peserta diarahkan untuk mengetahui bagaimana memasang turus kayu/bambu untuk tanaman melalui praktek secara langsung, dikarenakan tiap-tiap tanaman berbeda cara pemasangan turusnya. Untuk tomat, dengan perkiraan berat tanaman dan buahnya hingga mencapai 2-7 kg per pohon, dibutuhkan turus yang kuat untuk menopang. Sehingga turus dipasang menyilang, ditali dan diberikan pondasi tambahan. Peserta dibagi dalam dua kelompok untuk mengerjakan pemasangan turus agar semua peserta mendapat bagian untuk memasang turus. Setelah makan siang, dilanjutkan dengan praktek perawatan tanaman cabai. Peserta mempraktekan cara merawat tanaman cabai dengan memotong tunas baru, mencabut tanaman cabai yang terjangkit penyakit, serta membuang tanaman liar disekitar cabai. Setelah itu peserta diajak jalan berkeliling kebun milik Abah Ibin dan kebun plasma binaan Abah Ibin. Peserta diajak melihat peternakan sapi, lahan pengeringan kotoran sapi, kolam lele, ternak kelinci dan akuarium udang. Selain itu peserta diajak ke kebun plasma binaan Abah Ibin yang berjaran 15 Km dari P4S Taruna Mekar ke arah atas gunung. Di kebun plasma, abah menerangkaon bahwa kelompok tani di tempat itu dibawah bimbingan Abah langsung dan menjadi petani plasma dengan modal tanah dan dana dari Abah.

Hari ke empat pelatihan, Senin, 10 November 2014, peserta ditugaskan untuk mengurus kebun tomat praktek seluas 15×100 meter. Peserta ditugaskan untuk aplikasi pupuk urea dan kapur, merapihkan bedengan, membersihkan tanaman liar, menyulam tanaman tomat yang mati, dan memasang turus. Setelah makan siang abah materi dilanjutkan dengan packaging. Abah Ibin menjelaskan pentingnya packaging untuk memperindah sayuran yang akan dipromosikan dan dijual, sehingga dapat menambag nilai jual. Terdapat tiga segmen pasar yaitu ekspor, pasar modern (supermartket), dan pasar tradisional. Pada masing-masing segmen pasar, cara packaging dan grading sayur dan buahnya pun berbeda. grading super dan A, diperuntukkan ekspor, grading A dan B diperuntukkan pasar modern, grading A, B, dan C dapat masuk di pasar tradisional atau pesanan bebas.

Materi selanjutnya adalah Penyemaian, dimana peserta praktek menyemai dari cara menyemai, media semai, penggunaan wadah semai (tray), dan pengondisian setelah semai. Media semai menggunakan kokopit (serbuk halus dari sabut kelapa), kotoran ayam, kapur, dan pupuk biomix dengan persentase 50:30:20 + satu bungkus 88 gr biomix. Setelah itu media dimasukkan ke dalam tray dan dilubangi untuk memasukkan bibit cabai. Setelah penyemaian, tray-tray disusun di kebun dan diberi lindungan berupa kurung paranet untuk menjaga semaian dari cahaya matahari dan air hujan berlebih, serta serangga.

Sesi malam pada hari ke empat, diisi dengan evaluasi kegiatan pelatihan. Abah Ibin memberikan review mengenai seluruh materi dari hari pertama pelatihan. Setelah itu dilakukan diskusi yang juga dihadiri oleh Yayan Suryana sebagai salah satu tim ahli di P4S Taruna Mekar. Yayan Suryana merupakan tim ahli peternakan sapi, ayam, ikan dan kelinci. Dalam diskusi peserta menanyakan cara memelihara sapi yang benar, dan pentingnya pertanian terpadu.

absen pelatihan abah ibin

Di hari ke lima peserta diajak mengunjungi kebun khusus pembibitan milik warga sekitar yang berjarak 10 Km dari P4S Abah. Kebun berupa green house luas khusus untuk penjualan semaian, jadi petani dapat menitipkan bibit untuk di semai di tempat tersebut dengan membayarkan sejumlah uang. Bisnis khusus semai ini banyak digeluti ibu-ibu karena pekerjaannya yang butuh ketelatenan dan keuletan. Tidak hanya itu, banyak dari petani yang menggunakan jasa semai karena lebih memudahkan proses pertanian. Dari kebun penyemaian, peserta dibawa kembali ke SMK 1 Pacet binaan Abah Ibin. Di sana peserta melihat-lihat dan melakukan tanya jawab mengenai fasilitas pertanian berupa green house, kebun, dan sawah. Setelah kunjungan ke SMK, peserta diajak menuju toko pertanian. Di toko pertanian peserta dibebaskan untuk belanja bibit, obat, pupuk, sarana produksi dan sebagainya.

By |2014-11-25T10:49:12+07:0025 November 2014|

About the Author: