Luasan lahan aset mitra binaan LPB Pama Daya Taka bidang dampingan kebun karet yaitu sebesar 67 Ha (database LPB PDT 2014) di sembilan desa dalam dua kecamatan diantaranya Kec. Batu Sopang dan Muara Samu. Dari 67 Ha aset yang dimiliki petani karet mitra binaan LPB Pama Daya Taka, tidak lebih dari 50 persen yang terurus dan menggunakan bibit karet, pola tanam, penurihan dan pemupukan yang sesuai standar.
Dengan kondisi tersebut, LPB Pama Daya Taka menggagas diadakannya Pemagangan Okulasi Karet Bibit Unggul & Teknik Turih yang dilaksanakan di Desa Masingai II, Kab. Tabalong, Kalimantan Selatan. Pemagangan ini dilaksanakan dengan kerjasama Kepala Bagian Kemitraan PT. Bhadra Cemerlang (BCL) Suwari. Dilaksanakan selama 7 hari dari tanggal 16 hingga 22 Juni 2014 di Desa Masingai II, yang juga terkenal akan desa pembibitan karet unggul pada tingkat nasional. “Kami melaksanakan kegiatan ini dengan sistem magang dan homestay selama tujuh hari, agar peserta pelatihan dapat mengikuti kegiatan keseharian petani karet pembuat okulasi bibit unggul, sehingga peserta dapat memahami materi dengan cepat karena dibiasakan” ujar Addico Porsiana, Koordinator LPB PDT.
“Pemilihan lokasi pemagangan, sistem magang, dan homestay yang dilaksanakan sangatlah baik dan tepat dalam Pelatihan Pemagangan Okulasi Karet & Teknik Turih. Mengingat potensi kebun karet terhitung besar di Kecamatan Batu Sopang dan Muara Samu, kami yakin peserta menikmati seluruh rangkaian kegiatan ini. Karena setelah kegiatan ini, kami sudah menyiapkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai kelanjutan agar peserta dapat menjadi kader di desa masing-masing ataupun di desa lainnya” ujar Riyanto, CSR Officer Pama Site Kide.
Diikuti oleh 12 orang peserta magang yang terdiri dari 8 orang dari Kec. Batu Sopang dan Muara Samu, Kaltim, dan 4 orang peserta dari Bentot, Kalsel yang merupakan masyarakat lokal binaan PT. Bhadra Cemerlang. Peserta magang diantaranya Dakun Setiawan (Desa Samurangau), Hermansyah (Desa Sungai Terik), Aminudin (Desa Sungai Terik); Yatman Yazid (Desa Legai), Subhan (Desa Legai), Rahmat Fathloli (Desa Rantau Bintungan), Bari (Desa Rantau Bintungan), dan Iwan P. (Desa Sungai Terik).

