{"id":16167,"date":"2026-07-16T07:45:09","date_gmt":"2026-07-16T00:45:09","guid":{"rendered":"http:\/\/lpbpamadayataka.com\/?p=16167"},"modified":"2026-07-16T07:45:09","modified_gmt":"2026-07-16T00:45:09","slug":"lpb-pama-daya-taka-tingkatkan-kompetensi-umkm-melalui-pelatihan-manajemen-presisi-perkebunan-kelapa-sawit-di-desa-legai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/?p=16167","title":{"rendered":"LPB Pama Daya Taka Tingkatkan Kompetensi UMKM Melalui Pelatihan Manajemen Presisi Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Legai"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka telah melaksanakan Pelatihan Manajemen Presisi Perkebunan Kelapa Sawit bagi UMKM binaan sektor perkebunan kelapa sawit. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan LPB Pama Daya Taka sebagai pelaksana program pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh PT Pamapersada Nusantara Site Kideco dalam mendorong peningkatan produktivitas, kualitas hasil panen, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.<\/p>\n<p>Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Sabtu 11 Juli 2026 bertempat di Aula Desa Legai dan diikuti oleh 15 UMKM binaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit. Peserta yang hadir merupakan petani kelapa sawit binaan LPB Pama Daya Taka yang berasal dari Desa Legai dan sekitarnya. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mengingat materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang selama ini mereka hadapi dalam mengelola kebun kelapa sawit secara mandiri.<\/p>\n<p>Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan petani dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen presisi perkebunan kelapa sawit. Petani diharapkan mampu memberikan perlakuan terhadap tanaman sesuai dengan kebutuhan aktual tanaman, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemberian pupuk berdasarkan kondisi lahan, aplikasi pestisida yang tepat sasaran, pelaksanaan pruning atau pemangkasan sesuai standar, hingga penerapan teknik panen yang benar. Setiap aktivitas budidaya tidak lagi dilakukan berdasarkan kebiasaan semata, tetapi mengacu pada kaidah teknis yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit.<\/p>\n<p>Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator LPB Pama Daya Taka, Bapak Rusdi Asri. Beliau menyampaikan bahwa LPB Pama Daya Taka sebagai perpanjangan tangan dari PT Pamapersada Nusantara Site Kideco senantiasa berupaya menghadirkan berbagai program peningkatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat binaan. Pelatihan merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sehingga mampu mengelola usaha secara lebih profesional.<\/p>\n<p>Bapak Rusdi Asri menambahkan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila dikelola berdasarkan prinsip-prinsip budidaya yang baik. LPB Pama Daya Taka terus menghadirkan narasumber yang kompeten agar peserta memperoleh pengetahuan yang aplikatif dan dapat langsung diterapkan di kebun masing-masing. Beliau berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu menghasilkan kebun kelapa sawit dengan produktivitas yang sesuai standar, meningkatkan kualitas hasil panen, serta pada akhirnya menciptakan kesejahteraan yang lebih baik bagi keluarga dan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Sambutan berikutnya disampaikan oleh Manajemen PT Pamapersada Nusantara Site Kideco Bapak Bhanuaso Kukuh Pambudi. Dalam kesempatan tersebut beliau menegaskan bahwa PT Pamapersada Nusantara Site Kideco selalu memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Ring 1 perusahaan.<\/p>\n<p>Beliau menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Melalui pelatihan seperti ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan usaha yang lebih produktif dan memiliki daya saing. Harapannya peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit akan berdampak langsung terhadap meningkatnya pendapatan masyarakat sehingga tercipta kehidupan yang semakin makmur, sejahtera, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Manajemen PT Kideco Jaya Agung Bapak Rendu Apriozani. Beliau menyampaikan bahwa PT Kideco Jaya Agung bersama PT Pamapersada Nusantara Site Kideco terus berkolaborasi dalam melaksanakan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi masyarakat sesuai dengan potensi dan bidang usaha yang dimiliki.<\/p>\n<p>Menurut Bapak Rendu Desa Legai merupakan salah satu desa yang sebagian besar masyarakatnya memiliki kebun kelapa sawit sehingga sektor ini memiliki peluang yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Namun demikian potensi tersebut belum sepenuhnya mampu menghasilkan produktivitas yang optimal karena masih terdapat berbagai kendala dalam penerapan teknik budidaya yang benar. Oleh sebab itu melalui pelatihan manajemen presisi perkebunan kelapa sawit ini diharapkan masyarakat mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki sehingga produktivitas kebun dapat meningkat secara signifikan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.<\/p>\n<p>Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Legai yang diwakili oleh Ibu Yuliana. Beliau mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Legai. Beliau berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi pelatihan dengan sungguh-sungguh serta tidak ragu untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber apabila terdapat permasalahan yang selama ini dihadapi dalam budidaya kelapa sawit. Dengan adanya diskusi yang aktif, diharapkan setiap kendala yang dialami petani dapat memperoleh solusi yang tepat sehingga ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan di lapangan.<\/p>\n<p>LPB Pama Daya Taka menghadirkan Bapak Hotma Tarigan dari Lembaga Solidaridad Indonesia, seorang praktisi dan konsultan yang telah memiliki pengalaman panjang di bidang perkebunan kelapa sawit. Beliau dikenal sebagai salah satu tenaga ahli yang telah mendampingi berbagai kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas kebun serta berhasil mengantarkan banyak kelompok tani memperoleh sertifikasi <em>Indonesian Sustainable Palm Oil<\/em> (ISPO). Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah tersendiri karena peserta memperoleh materi langsung dari praktisi yang telah berpengalaman di lapangan.<\/p>\n<p>Bapak Hotma Tarigan menjelaskan bahwa terdapat lima faktor utama produksi kelapa sawit yang sangat menentukan tingkat produktivitas suatu kebun. Kelima faktor tersebut saling berkaitan sehingga tidak dapat dipisahkan apabila petani ingin memperoleh hasil panen yang optimal.<\/p>\n<p>Faktor pertama adalah genetik. Penggunaan bibit unggul yang bersertifikat menjadi fondasi utama keberhasilan budidaya kelapa sawit. Bibit dengan kualitas genetik yang baik memiliki potensi menghasilkan produktivitas yang tinggi, lebih tahan terhadap serangan penyakit tertentu, serta memiliki pertumbuhan yang lebih seragam. Sebaliknya penggunaan bibit yang tidak jelas asal-usulnya akan menyebabkan produktivitas rendah dan kerugian yang berlangsung selama umur produktif tanaman yang dapat mencapai lebih dari dua puluh tahun.<\/p>\n<p>Faktor kedua adalah iklim. Kelapa sawit merupakan tanaman yang sangat dipengaruhi oleh kondisi curah hujan, intensitas sinar matahari, suhu, dan kelembapan udara. Kondisi iklim yang sesuai akan mendukung proses fotosintesis, pembentukan bunga, serta perkembangan tandan buah segar. Sebaliknya perubahan iklim yang ekstrem atau pengelolaan kebun yang tidak mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanaman.<\/p>\n<p>Faktor ketiga adalah lahan. Kondisi fisik dan kimia tanah sangat menentukan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara dan air. Oleh karena itu, analisis kondisi tanah menjadi dasar penting dalam menentukan jenis pupuk, dosis pemupukan, hingga tindakan konservasi lahan. Tanah yang subur dengan drainase yang baik akan mendukung pertumbuhan akar secara optimal sehingga tanaman mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Faktor keempat adalah kultur teknis. Faktor ini mencakup seluruh kegiatan budidaya mulai dari pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, pemangkasan pelepah, sanitasi kebun, hingga pemeliharaan tanaman secara menyeluruh. Penerapan kultur teknis yang tepat akan membantu tanaman tumbuh sehat, memanfaatkan unsur hara secara optimal, serta mengurangi kehilangan hasil akibat serangan organisme pengganggu tanaman.<\/p>\n<p>Faktor kelima adalah manajemen panen. Menurut Bapak Hotma proses panen memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kualitas maupun kuantitas hasil produksi. Panen harus dilakukan pada tingkat kematangan yang tepat, menggunakan teknik pemotongan yang benar, serta memperhatikan interval panen agar tidak terjadi kehilangan buah di lapangan. Manajemen panen yang baik juga akan menjaga kualitas tandan buah segar sehingga nilai jual hasil panen tetap tinggi.<\/p>\n<p>Selama pelatihan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pengalaman yang mereka hadapi di lapangan. Berbagai permasalahan seperti penggunaan bibit, dosis pemupukan, pengendalian gulma, hingga teknik panen menjadi topik diskusi yang menarik karena langsung berkaitan dengan kondisi kebun peserta.<\/p>\n<p>Salah seorang peserta pelatihan Bapak Yoyo menyampaikan apresiasinya terhadap materi yang diberikan. Menurutnya pelatihan tersebut membuka wawasan baru mengenai pentingnya tahapan awal dalam budidaya kelapa sawit.<\/p>\n<p><em>&#8220;Ternyata keberhasilan budidaya kelapa sawit dimulai dari bibit. Kalau bibit yang digunakan tidak unggul, tidak bersertifikat, dan tidak jelas asal-usulnya, maka akan mengalami kerugian karena ini merupakan investasi jangka panjang. Selama ini saya baru benar-benar memahami mengapa pemilihan bibit menjadi faktor yang sangat menentukan,&#8221;<\/em> ungkap Bapak Yoyo.<\/p>\n<p>Melalui penyelenggaraan Pelatihan Manajemen Presisi Perkebunan Kelapa Sawit ini, LPB Pama Daya Taka berharap para UMKM binaan mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh secara konsisten di kebun masing-masing sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen terus meningkat. Sinergi antara LPB Pama Daya Taka, PT Pamapersada Nusantara Site Kideco, PT Kideco Jaya Agung, pemerintah desa, serta para petani diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Dengan meningkatnya kompetensi petani, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat terus tumbuh secara berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya sektor perkebunan kelapa sawit yang lebih profesional, efisien, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka telah melaksanakan Pelatihan Manajemen Presisi Perkebunan Kelapa Sawit bagi UMKM binaan sektor perkebunan kelapa sawit. Kegiatan ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":16171,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,100,98,90,242,121],"tags":[232,230,229,243,64,65,66],"class_list":["post-16167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-cerita-pembinaan","category-cerita-petani","category-pelatihan","category-pelatihan-manajemen-presisi","category-sektor-unggulan","tag-harmonywithcommunity","tag-hebatnyaumkm","tag-lpbpamadayataka","tag-pelatihanmanajemenpresisi","tag-hortikultura","tag-kabupaten-paser","tag-kelompok-tani"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16167"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16167\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16174,"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16167\/revisions\/16174"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lpbpamadayataka.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}